Tujuh Pasangan Mesum Terjaring Razia

Petugas Satpol PP Kota Tangerang saat menggiring para pasangan tak sah dari salah satu hotel di Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, Kamis (13/6).

TANGERANG – Sebanyak 14 orang terjaring operasi yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangerang, Kamis (13/6) malam. Tujuh pasangan bukan suami istri itu diduga hendak berbuat mesum di beberapa hotel di Kota Tangerang.

Sebut saja Lisna. Perempuan asal Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, itu dipergoki saat bersama pasangan selingkuhnya di kamar salah satu hotel di bilangan Karawaci, Kota Tangerang. Semula, Lisna sempat mengelak lelaki yang bersamanya di kamar itu bukan pasangan sahnya.

Bahkan, karyawati salah satu perusahaan ternama di Jakarta Barat itu sempat menghardik petugas dengan kalimat yang tidak pantas. “Kalian mau ngapain?, sembarangan aja maen tuduh selingkuh. Ini suami saya,” teriak Lisna seraya melontarkan kalimat yang kurang pantas kepada petugas.

Kecurigaan petugas cukup beralasan. Alamat pada kartu identitas pasangan tersebut berbeda. Ditambah petugas menemukan pesan singkat telepon seluler (ponsel) milik Lisna yang berisi percakapan antara pasangan selingkuhnya dan suami sahnya. “Iya Pak (selingkuh-red) saya khilaf, ini bukan suami saya, dia teman sekampung saya,” ucap Lisna.

Lisna mengakui beberapa tahun belakangan ini telah menjalin hubungan gelap dengan teman lelaki sekampungnya itu. “Biasanya pulang kerja. Seminggu bisa 2 sampai 3 kali (berhubungan intim-red),” beber Lisna.

Petugas juga menemukan sejoli di kamar lain. Saat digerebek, pasangan tersebut berusaha mengelabui petugas. Perempuan yang diketahui bernama Sri Purwanti itu berpura pura pingsan.  “Iya Pak, ini istri saya. Dia sakit, makanya saya ajak ke sini untuk istirahat, tuh dia sekarang pingsan,” jelas Suwandi, pasangan yang diduga selingkuhan Sri.

Petugas kemudian mencoba menghubungi rumah sakit terdekat untuk membawa keduanya. Tetapi, saat unit gawat darurat (UGD) dihubungi, Sri seketika sadar dan meminta petugas tidak membawanya. “Ampun Pak, saya cuma pura pura pingsan. Jangan dibawa ya Pak, nanti suami saya tahu. Rumah tangga saya bisa hancur,” rengek Sri.

Kepala Bidang (Kabid) Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Kota Tangerang A Ghufron Falfeli mengaku telah biasa menerima  berbagai alasan atau cibiran dari para pasangan yang terjaring razia petugas. “Kami sudah biasa mendapatkan cibiran dan hardikan dari para pasangan yang terjaring, namun kami tetap mengedepankan sisi humanis kami dalam menegakkan peraturan daerah dan kami mewajibkan kepada anggota kami untuk tetap sabar dan menahan diri,” tuturnya.

Selain kedua pasangan tersebut, pihaknya mengamankan beberapa pasangan lain di beberapa hotel di Kecamatan Tangerang dan Neglasari. “Jika biasanya kami hanya memberikan surat pernyataan bagi pasangan yang tertangkap basah berduaan di dalam kamar hotel, sekarang kami pastikan akan kami undang pasangan resminya atau keluarganya untuk menjemputnya,” ungkapnya. (one/nda/ags)