Tujuh Spesialis Ranmor Dibekuk, 46 Sepeda Motor Diamankan

Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso (tengah) didampingi jajarannya menunjukkan barang bukti saat ekspose di halaman Mapolres Cilegon, Senin (27/8). Sebanyak 46 unit sepeda motor hasil curian diamankan.

CILEGON – Dalam waktu sepekan terakhir Satreskrim Polres Cilegon mengamankan tujuh pelaku pencurian kendaraan sepeda motor (ranmor). Pada penangkapan tersebut juga turut diamankan sebanyak 46 unit sepeda motor berbagai jenis.

Pada pengungkapan kasus ini, ketujuh pelaku tersebut ternyata berasal dari dua kelompok. Yaitu, kelompok Lampung yang terdiri atas empat orang dan kelompok lokal Cilegon yang terdiri atas tiga pelaku. Kedua kelompok tersebut kerap menjalankan aksinya di wilayah hukum Polres Cilegon.

Kasat Reskrim Polres Cilegon AKP Dadi Permana mengatakan, selain mengamankan 46 unit sepeda motor hasil curian, pihaknya juga mengambil tindakan tegas terhadap dua pelaku yang berusaha melarikan diri saat akan diamankan. “Mereka berusaha kabur saat anggota kami akan melakukan penangkapan,” kata Dadi saat ekspose di halaman Mapolres Cilegon, Senin (27/8).

Dadi menambahkan, dalam menjalankan aksi, para pelaku sebelumnya sudah melakukan rencana secara rapi. “Ini termasuk kelompok yang sangat profesional. Mereka beraksi sangat terorganisir, ada bagian pendanaan, pemetik kendaraan, dan bagian penampung barang hasil curian. Mereka juga beraksi sesuai pesanan,” imbuhnya.

Kasat mengungkapkan, selain mengamankan para tersangka, petugas juga menyita puluhan kendaraan sepeda motor hasil curian dari berbagai lokasi. Setelah berhasil menjalankan aksinya, para pelaku langsung menjual hasil curian kepada penampung dengan harga yang sangat murah.

“Dari bulan Januari sampai sekarang pelaku sudah mencuri di 48 TKP di Cilegon dan tujuh TKP di luar Cilegon. Pelaku menjual kepada penadah berkisar harga antara Rp2 juta hingga Rp2,5 juta tergantung dari kondisi motor,” tandas Dadi.

Sementara itu, Kapolres Cilegon AKBP Rizki Agung Prakoso menyatakan, pelaku biasanya menjual kendaraan hasil curian di luar wilayah hukum Cilegon seperti Pandeglang, Lebak, dan perbatasan wilayah Anyar dan Cinangka.

“Kami menginformasikan kepada masyarakat apabila merasa pernah kehilangan sepeda motor, bisa datang langsung ke Polres Cilegon. Bawa bukti kepemilikan kendaraan STNK atau BPKB. Datangi Satreskrim Polres Cilegon. Nanti kita proses dan kalau cocok, kendaraan bisa langsung dibawa pulang,” ucapnya.

Untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya, lanjut Kapolres, para pelaku harus menjalani masa hukuman di sel tahanan Polres Cilegon. “Para pelaku kita jerat dengan Pasal 363 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman sembilan tahun penjara,” pungkas Rizki. (Andre AP/RBG)