Tukang Tambal Ban Nyambi Jadi Pengecer Judi Togel

0
185

SERANG – Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, JS, tukang tambal ban di lingkungan Pasar Rau, Kota Serang, nekat nyambi menjadi pengecer judi togel. Hasilnya, baru tiga bulan menggeluti bisnis haram tersebut, JS pun harus rela mendekam di penjara.

Ditemui di Mapolda Banten, duda tersebut mengaku terpaksa menjadi pengecer judi togel, karena hasil dari usaha tambal ban tak menentu dan tidak mencukupi kebutuhannya.

“Tambal ban pendapatannya gak tentu,” kata JS dalam ekspose penanganan kasus judi togel di Mapolda Banten, Senin (9/10).

Dalam sehari, menurut JS, dirinya bisa menerima uang judi sebesar Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. Dari uang judi yang dikumpulkannya, duda tanpa anak tersebut berhak mendapatkan bagian 20 persen dari total uang judi.

Sementara itu, Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum AKBP Sofwan Hermanto menjelaskan, Polisi mengamankan JS pada Rabu (4/10) lalu sekitar pukul 17.30 WIB. Selain JS, petugas pun mengamankan PS, ES, dan NR.

Dari tangan JS, petugas mengamankan barang bukti berupa satu buah laptop, dua buah handphone, tiga kalkulator, dua pulpen, satu buku tafsir mimpi, empat lembar kertas bertuliskan rekapan nomor-nomor pasangan judi, empat buku besar bertuliskan rekapan nomor-nomor pasangan judi, satu buah penggaris plastik, dan satu buah tas ransel.

Sedangkan dari tersangka PS, petugas mengamankan satu buah handphone. Dari tangan NR, Polisi mengamankan dua buah handphone, satu lembar kertas bertuliskan rekapan nomor-nomor pasangan, uang hasil pasangan togel sebesar Rp 44 ribu, dan satu buah pulpen.

Sedangkan dari tangan ES, petugas mengamankan satu buah handphone, satu lembar rekapan angka dan harga pasangan togel, satu buah pulpen, tiga buah kalkulator, beberapa lembar bekas rekapan togel, dan blanko rekapan togel.

“Pasal yang dipersangkakan kepada para pelaku yang berhasil ditangkap yaitu pasal 303 KUHP Jo UU RI No. 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara,” ujarnya.

Sofwan menjelaskan, penangkapan ini sendiri merupakan lanjutan dari penangkapan sebelumnya. Polisi saat ini terus melakukan penyisiran dari Tangerang, Serang, Cilegon, Pandeglang, Lebak.

“Penertiban judi (hanya) terlihat di permukaan seperti fenomena gunung es, tapi paling tidak kami lakukan secara konsisten dan terus menerus,” katanya. (Bayu Mulyana/coffeandchococake@gmail.com)