TANGERANG -Sebanyak 24 Wajib Pajak (WP) di wilayah Banten masih belum menunaikan kewajibannya. Menyikapi hal tersebut, Kantor Wilayah (Kanwil) Pajak Banten menyiapkan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang sebagai tempat untuk menyandera para WP tersebut.

“Berdasarkan Undang-undang No 19/2000, kami berhak melakukan gijzeling (penyanderaan) kepada WP yang membandel. Di wilayah Banten, ada 24 WP yang tunggakan pajaknya di atas Rp 100 juta dan tidak menunjukkan itikad baik untuk melunasinya,” ungkap Muhammad Haniv, Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Banten, di Lapas Klas I Tangerang, Senin (2/3/2015).

Pelaksanaan gijzeling ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa selama ini Ditjen Pajak kesulitan memungut pajak sebagai akibat dari tingkat kepatuhan WP yang rendah. Kanwil Pajak Banten sebetulnya juga telah melakukan penagihan.

“Kami telah mengeluarkan Surat Teguran sebanyak 9.124, Surat Paksa 6.591, dan telah melakukan penyitaan terhadap aset WP sebanyak 481 SPMP (Surat Perintah Melakukan Penyitaan),” tutur Haniv.

Kepala Lapas Klas I Tangerang Sapto menegaskan pihaknya telah menyiapkan ruangan khusus untuk para penunggak pajak ini.

“Blok khusus ini bukan berarti dapat fasilitas atau perlakuan khusus, tetapi mereka ditempatkan berdampingan. Ada 5 kamar penjara di satu blok itu yang per kamarnya mampu menampung hingga 7 orang. Jadi kami siap menerima para penunggak pajak tersebut,” tegas Sapto.

Kanwil Pajak Banten diberi target penerimaan sebesar Rp 34,9 triliun pada 2015. Dari 9 Kantor Pajak Pratama (KPP) yang berada di bawah Kanwil Pajak Banten, pada tahun ini diharapkan bisa melakukan gijzeling terhadap 2 WP yang menunggak. (*/Fan)