Tunjangan Guru ASN Kemenag Macet

JAKARTA – Penganggaran untuk tunjangan guru aparatur sipil negara (ASN) di Kementerian Agama (Kemenag) menyisakan masalah. Hingga kini belum ada kejelasan pembayaran tunjangan kinerja (tukin) untuk 120.755 guru. Kemungkinan tukin tersebut baru bisa dicairkan tahun depan.

Dirjen Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag Kamaruddin Amin mengatakan, tukin diberikan kepada seluruh guru ASN di Kemenag yang belum mendapatkan tunjangan profesi guru (TPG) atau sertifikasi. Besaran tukin untuk setiap orangnya berbeda-beda. “Bervariasi tergantung pangkat fungsional dan grading-nya,’’ katanya, Selasa (11/9).

Kamaruddin mengatakan, tukin untuk 120 ribu lebih guru ASN Kemenag itu belum cair karena memang belum ada anggarannya. Namun, Kemenag sudah mengusulkan anggaran tukin sebanyak Rp2,9 triliun ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dia menjelaskan kebutuhan anggaran tukin Rp2,9 triliun itu merupakan hasil pendataan anggaran yang valid. “Datanya by name by address,’’ tuturnya.

Anggaran tukin Rp2,9 triliun itu masuk dalam usulan APBN 2019 Kemenag. Sehingga, paling cepat tukin untuk 120 ribu guru ASN Kemenag baru bisa dicairkan tahun depan. Kamaruddin mengatakan, permintaan resmi tambahan anggaran Rp2,9 triliun untuk membayar tukin itu telah dilayangkan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin kepada Kemenkeu dan Bappenas pada 10 Agustus lalu.

Di dalam pembahasan APBN 2019, Kemenag mendapatkan pagu anggaran Rp62,066 triliun. Pagu anggaran itu turun Rp975 miliar dibandingkan dengan pagu indikatif Kemenag yang semula berjumlah Rp63,042 triliun. Kemenag berharap usulan tambahan anggaran untuk pembayaran tukin tersebut bisa diterima oleh Kemenkeu.

Wakil Ketua Komisi VIII (bidang agama) DPR Sodik Mudjahid menuturkan, urusan pembayaran tukin untuk guru ASN Kemenag tersebut sudah dibahas bersama dengan Kemenag. “Ya kita berharap dan berusaha begitu (tukin bisa dibayar tahun depan-red),” jelas politikus Partai Gerindra itu.

Menurut Sodik, urusan pembayaran tukin dan TPG bagi guru non-ASN yang mengikuti inpassing (penyetaraan guru ASN) di Kemenag memang ada persoalan. Dia menjelaskan hasil perjuangan dan pembahasan di 2016, sejatinya sudah dialokasikan anggaran Rp4,6 triliun. Namun, dia menyebutkan, pembayaran tukin masih belum tuntas dan terdapat masalah. “(Guru-red) inpassing saja masih ada yang belum dikasih (tunjangan-red),’’ pungkasnya. (JPG/RBG)