Tuntut Penyesuaian Harga Lahan, Warga Komplek PLTU Suralaya Gelar Unjuk Rasa

0
653 views

CILEGON – Puluhan warga Rw 01 Komplek PLTU Suralaya, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak menggelar aksi damai, Kamis (29/12). Aksi yang berlangsung tepat dipinggir jalan raya depan Komplek tersebut menuntut penyesuaian harga pembebasan lahan pengembangan PLTU 2 X 1000 MW

Koordinator aksi, Arnold Pardede mengatakan, sesungguhnya ia bersama warga lainnya mendukung pembangunan PLTU 2 X 1000 MW. Namun warga mengharapkan adanya ganti rugi yang sesuai dengan ukuran dan harga rumah yang berada di Kota Cilegon.

“Penilaian harga rumah jangan dilihat dari lokasi yang jauh dari kota dan kondisi rumah. Tapi harus dinilai dari nilai phsiologist bahwa warga telah menempati rumah dengan nyaman tentram dengan lingkungan sosial yang penuh dengan kekeluargaan,” katanya.

Dijelaskannya, kepemilikan rumah warga berstatus SHM dan sudah dihuni lebih dari 30 tahun. Karena itu, warga akan bersikeras agar musyawarah ganti kerugian ditunda, sebelum ada kebijakan menaikan harga lahan. “Kami tidak pernah tau harga yang ditawarkan. Tiba-tiba kami diserahkan amplop dengan harga appraisal. Ini sangat mengecewakan warga karena harga rumahnya rendah sekali,” ujarnya.

Arnold mengaku kecewa terhadap pihak Manajement PLTU Suralaya karena tidak memberikan ruang dialog terbuka terhadap warga korban gusuran yang juga merupakan pensiunan PLTU Suralaya. “Kami tidak tau kenapa alasannya kenapa mereka tidak buka pintu. Setelah penyerahan amplop itu tidak pernah lagi komunikasi. Kami inginkan ada komunikasi lagi,” harapnya.

Arnold berharap penetapan harga lahan menurun appraisal itu juga melibatkan warga dengan cara musyawarah. Ia mengancam akan membuat surat aduan hingga ke Presiden Joko Widodo.”Kita tidak pernah dilibatkan. Uang pengganti yang diterima setiap satu rumah sekitar 500 (Rp.500 Juta). Penghitungannya secara global. Padahal harga rumah di Cilegon sekitar 800 hingga 900. Semua dalam keadaan terintimidasi dan terpaksa,” ucapnya. (Riko)