Turnamen Piala Gubernur, Tiga Tim Lolos Perempat Final

0
47

SERANG – Drama adu penalti menjadi penutup laga perempat final turnamen Sepak Bola U-18 Piala Gubernur 2017 yang dihelat di Stadion Heroik Grup I Kopassus, Taman, Taktakan, Kota Serang pada Jumat (17/11). Drama penalti terjadi di partai pertama antara kesebelasan Benteng Muda dan kesebelasan Grotari, serta partai ketiga antara kesebelasan KSBS dan kesebelasan BISA.

Tiket lolos ke perempat final di dapat setelah kesebelasan Benteng Muda mendapatkan hasil akhir dengan dua kali penalti dengan skor 4-3 dan 5-4.

Drama penalti ini berlanjut dan terjadi dalam partai ketiga antara KSBS melawan kesebelasan BISA yang mengalami kebuntuan dengan skor akhir 0-0 hingga akhir pertandingan. Kebuntuan itu, memaksa kedua tim menendang dari titik putih bahkan sebanyak dua kali penalti. Dalam drama penalti pertama, skor imbang 4-4. Sementara dalam drama kedua kemudian dimenangkan kesebelasan BISA dengan hasil akhir penalti skor 4-5.

Meski berhasil melaju ke pertandingan berikutnya, Pelatih Kesebelasan BISA Samsul Huda mengaku, tim asuhannya dalam kondisi buruk, karena pemain cedera dan kekurangan komunikasi. “Kurang fit hari ini, memang banyak cedera, ada tiga pemain yang cedera. Masih banyak kekurangan yang perlu dibenahi mulai dari komuniksi, penyelesaian assist yang tidak sempurna dan barisan belakang juga masih banyak kekurangan komunikasi,” katanya.

Dengan hasil menang mental dan keberuntungan, Samsul mengaku, akan memperbaiki performa tim untuk pertandingan berikutnya. “Kami akan mengoreksi kekurangan dan kesalahan,” tegasnya kepada Radar Banten.

Berbeda dengan kondisi partai kedua pertandingan atara kesebelasan LTP (Lintas Tokoh Pantura) FC Kabupaten Tangerang dan ATM FC. Kesebelasan LTP FC lolos melaju final setelah memetik hasil manis dengan menumbangkan lawan dengan skor akhir 3-0.
Pelatih Kesebelassan LTP FC  Mardani Basri Suryan mengaku, tim asuhannya bertanding dengan lawan yang seimbang. “Sebetulnya peluanganya sama, lawan juga bagus luar biasa. Kami baru bisa mencetak gol di babak kedua,” akunya.

Bertanding dengan lawan yang seimbang membuat kedua tim kesusahan mencetak gol ke lawan masing-masing hingga babak pertama berakhir dnegan skor 0-0. Kebuntuan di babak pertama kemudian mulai menampakan hasil setelah LTP FC menyarangkan bola pertama ke gawang lawan. Hasil itu diakui Mardani setelah ia melihat kesalahan menempatkan posisi penyerang pada timnya.

“Gol pertama dicetak setelah saya melihat peluang karena kami kesalahan menempatkan posisi penyerang di babak pertama. Di babak kedua ada perubahan penyerang dan target man serta penambahan wing kiri. perubahan formasi seperti itu ternyata efektif,” katanya.

Selain perubahan formasi, Mardani menerangkan kunci kemenangan timnya memanfaatkan peluang karena fisik lawan menurun. “Selain itu,   center back dia terlalu rapat dengan stopper-nya. Ketika dua-duanya maju dimanfaatkan striker kami dan gol,” terangnya.

Setelah memetik hasil pertandingan, LTP FC pertandingan kedua akan menghadapi Benteng Muda dari Kota Tangerang, pada Minggu (19/11).
Lebih lanjut, Mardani menjelaskan untuk menghadapi pertandingan memanfatkaan waktu yang ada untuk istirahat pemain. “Karena waktu yang berdekatan, pemain  akan istirahat penuh, brieffing dan peregangan. Sama dengan tim lain, kami berharap bisa juara di turnamen ini,” tutupnya. (wivy-zetizen/ags/RBG)