Turun Ranjang yang Menyakitkan (Bag 1)

Love Story

Love Story
Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Turun ranjang itu istilah yang diberikan kepada seorang lelaki yang menikahi adik ipar. Lazimnya, turun ranjang terjadi jika si istri meninggal dunia, sehingga sang adik menggantikan peran si kakak. Namun pada kasus Nunu (41) dan Mimi (32), nama samaran, tidak selazim biasanya. Sebab ketika Nunu turun ranjang, Jaenab (40), nama samaran istri Nunu, belum meninggal.

Memang ada seseorang yang meninggal pada kisah ini. Ia adalah Kribo (35), nama samaran suami Mimi. Ketika Mimi menjanda, dia digaet Nunu sang kakak ipar. Karenanya, turun ranjang pada kisah mereka tidak berujung pada kebaikan. Melainkan perpecahan rumah tangga dan bahkan keluarga. “Jaenab marah besar. Dia enggak mau bertemu saya dan adik kandungnya lagi (Mimi-red),” kata Nunu.

Kisah ini memang tragedi, khususnya untuk Jaenab yang sakit hati kepada Nunu dan Mimi. Nunu yang kini resmi menjadi suami Mimi, mengaku persoalan ini tidak bisa dijelaskan dengan akal. “Ini masalah perasaan. Kalau diterjemaahkan dengan akal sehat enggak akan bisa dijelaskan sama sekali,” terang Nunu.

Nunu mengaku, memiliki perasaan terhadap Mimi sejak lama. Bahkan sebelum ia mengenal Jaenab. “Saya memendam rasa kepada Mimi sejak saya kuliah. Kebetulan kami bertetangga, jadi sering lihat Mimi pergi sekolah,” terangnya.

Namun Nunu tidak terlalu menyeriusi perasaannya itu. Apalagi ketika lulus kuliah, dia malah dekat dengan Jaenab. “Saya mulai dekat ketika Jaenab mencari pekerjaan. Saya yang buatkan surat lamaran, juga antar dia ke sejumlah perusahaan. Dari situ saya dekat dengannya,” tutur Nunu.

Saat mendekati Jaenab, Nunu sedikit banyak masih memendam rasa terhadap Mimi. Bahkan ketika Mimi mendapatkan jodoh dan menikah dengan Kribo lebih dulu ketimbang kakaknya, Jaenab. “Mimi melangkahi Jaenab, dia menikah lebih dulu. Saat melihat Mimi menikah, ada sedikit rasa kehilangan dalam hati saya,” jelas Nunu.

Selang beberapa tahun kemudian, Jaenab menyusul Mimi usai dilamar Nunu. Pernikahan Jaenab dan Nunu terbilang sangat meriah, melebihi ketika resepsi pernikahan Mimi dan Kribo. “Orangtua Jaenab ingin membalas keikhlasannya karena mau dilangkahi. Karena itulah pernikahan kami menjadi wah,” ujarnya.

Setelah menikah, Jaenab dan Nunu tinggal satu atap dengan orangtua Jaenab. Sementara Mimi dan Kribo tinggal di sebuah rumah kontrakan. Kebetulan karena prestasi Kribo bagus di perusahaan, ia kebanjiran proyek hingga pendapatannya meningkat drastis. Tidak membutuhkan lama, Kribo membeli rumah sehingga rumah tangga Mimi dan Kribo semakin bahagia.

Selama rumah tangga mereka masih utuh, Jaenab dan Nunu kerap mengunjungi kediaman Mimi dan Kribo. Nunu yang terampil dalam hal mekanik dan bangunan, sering kali dimintai tolong oleh Kribo untuk memperbaiki sejumlah alat elektronik atau meminta nasihat tentang struktur bangunan rumah. “Selama Kribo masih ada, saya sering main ke rumah itu. Biasanya Kribo sering panggil saya untuk perbaiki ini dan itu. Tapi lama-kelamaan Mimi juga sama, sering panggil saya kalau di rumah itu ada yang harus diperbaiki,” jelasnya. Bersambung…