Uang Kas Rp 1,8 Miliar Dibobol, Kejari Serang Usut LKM Ciomas

SERANG – Belum genap sebulan memimpin Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Azhari langsung memberi kejutan. Korps Adhayksa itu diam-diam mengusut kasus dugaan pembobolan uang Rp1,8 miliar milik PT Lembaga Keuangan Mikro (LKM) Kabupaten Serang.

“Status perkara ini sudah dinaikkan ke tahap penyidikan melalui proses gelar perkara tanggal 27 Maret 2018. Sprindik sudah diteken (tanda tangani-red) Pak Kajari,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Serang Agustinus Olav Mangontan saat dihubungi Radar Banten, Minggu (1/4).

Dikatakan Olav, dugaan pembobolan uang kas Badan Usaha Milik Derah (BUMD) Kabupaten Serang itu telah diselidiki pada 13 Februari 2018. Setelah dinilai memiliki bukti permulaan yang cukup, kasus ini lalu dinaikkan ke tahap penyidikan. “Setelah dilakukan penyelidikan diduga ada peristiwa pidana yaitu pembobolan uang tersebut yang dilakukan oleh oknum pegawainya,” kata Olav.

Dijelaskan Olav, saat ini PT LKM Ciomas Kabupaten Serang, berganti nama menjadi Perusahaan Daerah (PD) Perkreditan Kecamatan (PK) Ciomas. BUMD di Kabupaten Serang itu bertujuan untuk memberikan jasa pengembangan usaha dan pemberdayaan masyarakat berupa pinjaman uang, pembiayaan, dalam usaha mikro kepada masyarakat. “Sampai tahun 2017 tercatat penyertaan modal dari APBD Kabupaten Serang sebesar Rp7,6 miliar. Tahun 2018 ditambah lagi Rp2 miliar. Total jumlah kas Rp9,6 miliar,” jelas Olav.

Namun, diduga kuat uang kas PT LKM sebesar Rp1,8 miliar lebih telah raib. Temuan itu diperkuat dengan keterangan 8 orang calon saksi, dan hasil koordinasi dengan auditor independen serta Inspektorat Kabupaten Serang. “Penyidikan ini untuk mencari siapa pelaku dan barang bukti,” kata Olav.

Dihubungi terpisah, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang Ade Hadi Sukalta membenarkan soal kasus tersebut. Namun, Ade enggan berkomentar banyak soal kasus tersebut. “Kalau kami sih meminta untuk terus diproses secara hukum saja,” katanya.

Menurut Ade, penggelapan dana tersebut dilakukan oleh oknum pegawai LKM Ciomas yang menjabat sebagai kasir. Pihaknya sudah melakukan sanksi penurunan jabatan kepada pelaku. “Sudah diturunkan jadi pelaksana lagi, belum dipecat,” ujarnya.

Kendati demikian, Ade memastikan kondisi perusahaan di LKM Ciomas masih sehat. Menurut Ade, penggelapan dana tersebut merupakan dana simpanan dari nasabah. Pihak LKM Ciomas sudah mengembalikan uang ganti rugi kepada beberapa nasabah. “Sebagian sudah ada yang dikembalikan, sebagian lagi masih proses dicicil,” terangnya.

Dikatakan Ade, tahun ini Pemkab Serang juga akan menyertakan modal ke LKM Ciomas. Sayangnya, Ade tidak menyebutkan berapa dana yang akan dialokasikan. “Mau dikaji dulu di DPRD, kalau tahun kemarin kita (Pemkab-red) tidak menyertakan modal,” jelasnya.

Kasus penggelapan dana tersebut, kata Ade, akan dibahas pada rapat umum pemegang saham (RUPS) LKM Ciomas di tahun ini. Meskipun kasus ini terjadi pada 2015-2016, namun tidak masuk dalam pembahasan RUPS di 2017. “Masih menunggu persetujuan Bupati, kita juga akan ada penambahan direksi operasional yang sebelumnya tidak ada,” pungkasnya.  (Merwanda-Rozak/RBG)