Uang Kertas di Banten Kondisi Lusuh

0
437 views
Manajer Fungsi Koordinasi dan Komunikasi Kebijakan KPw Bank Indonesia Provinsi Banten Renny Maharani, Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah dan SLA Erry P Suryanto, Kepala Tim Sistem Pembayaran Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Albert Mario Davidson memperlihatkan uang kertas. Foto : Susi K/RADAR BANTEN

SERANG – Kualitas fisik uang kertas yang beredar di masyarakat Provinsi Banten berdasarkan pengamatan Bank Indonesia Perwakilan Banten banyak yang lusuh. Bank Indonesia menetapkan standar kualitas uang kertas paling rendah di level tujuh, sementara di Banten berada di level 6,7.

Kepala Divisi Sistem Pembayaran dan Satuan Layanan Administrasi (SLA) Kantor Perwakilan Bank Indonesia Erry P Suryanto mengungkapkan, uang kertas yang beredar, yaitu pecahan Rp20.000, Rp10.000, Rp5.000, Rp2.000, dan Rp1.000. “Uang kertas yang paling lusuh pecahan Rp2.000 dan Rp1.000,” ungkap Erry kepada Radar Banten, Kamis (12/9).

Erry menjelaskan, ukuran kualitas uang levelnya mulai dari satu hingga 14. “Yang berkualitas mulai level sepuluh hingga tertinggi level 14. Semakin bagus kualitas, kondisi uang akan lebih mudah dikenali,” katanya.

Ia menuturkan, BI berkomitmen meningkatkan kualitas level uang dengan melakukan kerja sama dengan empat perbankan, yakni Bank bjb, Bank Banten, Bank Mandiri, dan Bank BRI untuk melayani penukaran uang supaya kualitas uang yang beredar di masyarakat tetap baik. “Masyarakat tidak perlu datang menukarkan uang lusuh ke BI,” katanya.

Bank Indonesia, lanjut dia, meminta seluruh perbankan untuk memberikan pelayanan penukaran uang kepada nasabahnya dan masyarakat. Minimarket juga dapat tukar uang ke bank. “Perbankan melayani penukaran uang bukan hanya saat menjelang Lebaran,” tegasnya.

Selain kerja sama dengan empat perbankan, Bank Indonesia akan bekerja sama penukaran uang dengan pegadaian dan bank perkreditan rakyat. Kemudian, memperluas area kas keliling mulai dari pasar hingga pusat keramaian untuk melayani masyarakat yang membutuhkan uang layak edar. (skn/aas/ira)