Uang Palsu Senilai Rp2 Triliun Dimusnahkan

0
513 views
Pemusnahan uang palsu.

PANDEGLANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pandeglang memusnahkan sebanyak 2,668 lembar uang palsu (upal) dari berbagai negara, yakni Kamboja, Miyanmar, Vietnam, Yugoslavia Eritrea, dolar AS, dan Mongolia di halaman kantor Kejari Pandeglang, Senin (13/2). Besaran nilai uang itu jika dirupiahkan mencapai Rp2 triliun,

Hadir dalam acara, Kepala Kejari (Kajari) Pandeglang Wahjudi Djoko Trijono, Kasi Tindak Pidana Umum (Pidum) Kejari Pandeglang Fauzul Ma’ruf, Kasat Narkoba Polres Pandeglang AKP Okta Nurmulia Hayatman, Kabid Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) Banten AKBP Ahmad Faturohman Hidayanto, perwakilan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten, Inspektur Inspektorat Kabupaten Pandeglang Iskandar, dan tamu undangan lain.

Kasi Pidum Kejari Pandeglang Fauzul mengatakan, berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang Nomor 04/Pid/Sus/2016/PN.Pdg tertanggal 16 Maret 2016 junto (jo) Surat Perintah Kepala Kejaksaan Negeri Pandeglang Nomor Print:-440/0.6.12/Euh.3/03/2016 tertanggal 29 Maret 2016 yang amar putusannya memerintahkan agar barang bukti hasil kejahatan yang terjadi di Kabupaten Pandeglang selama 2016 agar dimusnahkan. “Ada beberapa hasil kejahatan yang kita (Kejari-red) musnahkan, seperti narkotika, uang palsu, dan obat-obatan lain yang dilarang peredarannya,” kata Fauzul di sela-sela acara, kemarin.

Fauzul menjelaskan, dari hasil operasi, aparat penegak hukum berhasil mengamankan dan memusnahkan sebanyak 225,98 gram ganja siap pakai dan sebanyak 13,75 gram sabu. Selain itu, lanjutnya, untuk upal yang dimusnahkan terdiri atas mata uang Republik Indonesia (RI) pecahan Rp50 ribu sebanyak 2.233 lembar, upal dolar AS pecahan 100.000 sebanyak 1.331 lembar, dan upal dari berbagai negara lain sebanyak 2.688 lembar. “Untuk jumlah uang palsu jika nominalnya menjadi rupiah, semuanya lebih dari Rp2 triliun,” katanya.

Sedangkan untuk barang bukti lain yang dimusnahkan adalah produk kapsul sebanyak 22.287 butir, botol plastik bening sebanyak 16 boks; tutup botol sebagai merek sebanyak 12 pak; kemasan skunder garlic oil sebanyak 14 dus; habatusauda superbesar dan kecil sebanyak 178 botol; akar sengkudu, lempuyang, manggis, dan temu putih sebanyak tiga tas; cangkang kapsul oranye sebanyak 4.560 butir; serta kemasan skunder sebanyak 10 toples. “Semua barang bukti yang kita musnahkan adalah hasil penangkapan yang dilakukan selama dua tahun terakhir. Adapun pelaku yang berhasil diamankan lebih dari seratus orang, salah satu di antaranya adalah Ade Mulyasa alias Menir,” ujarnya.

Sementara itu, Kajari Pandeglang Wahjudi Djoko Trijono mengatakan, semua barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil kerja aparat penegak hukum. “Mudah-mudahan dengan banyaknya pelaku yang kita amankan serta semua barang bukti hasil kejahatan kita musnahkan, tidak ada lagi yang berani melakukan kejahatan,” katanya. (Adib/Radar Banten)