Udinese vs Inter Milan: Membayangkan Tembok Musim Depan

UDINE – Inter Milan selalu perkasa di depan Udinese. Terutama dalam setahun terakhir. Sebab, faktanya Inter tidak pernah menyudahi laga menghadapi Udinese di Serie A dan kebobolan satu gol sekali pun. Satu laga pada 2017-2018 dan sekali di musim ini. Nah, fakta itulah yang coba diteruskan Samir Handanovic dkk di Dacia Arena, Udine dini hari nanti WIB (Siaran langsung beIN Sports 3 pukul 01.30 WIB).

Kebetulan kemarin WIB (3/5) salah satu beknya Milan Skriniar dilaporkan sudah tinggal sedikit lagi meneken ekstensi kontrak dengan Nerazzurri, julukan Inter. Walaupun masih terikat kontrak sampai musim panas 2022, Skriniar dalam beberapa bulan terakhir kerap dikait-kaitkan  dengan Real Madrid.

“Tinggal sedikit lagi,” sebutnya, kepada DAZN.

“Saya yakin, masa depan saya ada di sini (Inter). Saya tak tahu dari mana kabar yang menyebut tentang Real itu berembus,” tambahnya.

Skrinka, julukan Skriniar, hanya tiga kali absen dari komposisi Inter di Serie A musim ini. Oleh karena keberadaannya, Udinese selalu gagal menjebol gawang Inter pada dua kali duel terakhir di Serie A.

Media-media Italia, khususnya yang berafiliasi dengan Inter, menyebut ekstensi itu akan dilakukan Inter saat bulan ini. Meskipun belum diketahui pada tanggal berapa. Dengan rencana itu maka Skriniar akan menjadi pemain belakang kedua dalam armada Inter yang mendapatkan  perpanjangan kontrak.

Sebelumnya, hal serupa sudah didapatkan Andrea Ranocchia. Bek 31 tahun itu dikontrak sampai musim panas 2021. Bagi Skriniar, tetap bertahan di Appiano Gentile, sebutan bagi kamp latihan Inter, adalah sebuah tanggung jawab. “Karena itu tandanya saya harus lebih besar lagi di saat memberikan segalanya bagi tim di lapangan. Ingat, sudah berapa kali fans ingin saya pergi! Dalam opini saya, saya yakin mereka sudah bahagia sekarang,” beber bek yang disebut penerus Martin Skrtel, mantan bek Timnas Slovakia.

Sama seperti yang terjadi musim ini, Skriniar berkolaborasi lagi dengan Srefan de Vrij di jantung pertahanan Inter. Sepanjang musim ini, keduanya 30 kali main bersama di semua ajang. Salah satu surat kabar yang berbasis di Milan, La Gazzetta dello Sport, menyebut bahwa sukses Inter mempertahankan Skriniar maka mimpi membangun tembok masa depan masih terbuka.

“Pertahanan Inter di 2019-2010: Skriniar, De Vrij, dan Godin, bersama Ranocchia yang bisa dirotasi sebagai bek tengah keempat,” tulis La Gazzetta dello Sport.

Musim ini, Inter masih ada empat bek tengah. Selain Skriniar, De Vrij, dan Ranocchia, juga ada Miranda. Tetapi, untuk nama keempat diprediksi akan hengkang musim panas ini.

Sebagai gantinya, Diego Godin yang akan merapat ke Inter. Sejauh ini, proyek prestisius Inter dengan mendatangkan Godin dari Atletico Madrid tersebut diklaim tinggal finalisasi. Bek yang usianya setahun lebih muda ketimbang Miranda (33 tahun) itu pun sudah dilaporkan lolos tes medis Januari lalu. Sumber ESPN mengklaim, kans Godin sudah 90 persen.

Cadena Sur menyebut, Inter akan merekrut Godin untuk durasi kontrak dua musim. Fee-nya berada di angka EUR11,67 juta (Rp185,9 miliar). Laga melawan Sevilla akhir musim jadi laga terakhirnya. Meski sudah berkepala tiga, pengalaman Godin saat main di level Eropa patut diperhitungkan. Dia pernah tampil di final Liga Champions.

Dibandingkan dengan Skriniar atau De Vrij, Godin memiliki kelebihan dari intersep-nya. Itu yang tak dipunyai duet lini belakang Inter. Allenatore Inter Luciano Spalletti, seperti dikutip Calciomercato, enggan berandai-andai dengan komposisi beknya. Begitu pula kans Miranda di Inter. “Sama seperti Handa dan Ranocchia, dia (Miranda) juga punya peran penting dalam misi saya menjaga keseimbangan pertahanan kami,” ungkap Spalletti dalam konferensi persnya, tadi malam WIB. (jpg/ibm/ira)