UIN Banten Buka Program Doktor

Direktur Program Pascasarjana UIN SMH Banten Prof B Syafuri menyerahkan surat izin penyelenggaran program doktor kepada Rektor UIN SMH Banten Prof Fauzul Iman, Jumat (13/9).

SERANG – Tahun ini UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten membuka program doktor (S-3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dan Pendidikan Agama Islam (PAI). Penerimaan mahasiswa direncanakan Oktober 2019 dan perkuliahan dimulai pada Januari 2020.

Hal itu disampaikan Direktur Program Pascasarjana UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof B Syafuri usai rapat program doktor, Jumat (13/9). Rapat dihadiri Rektor Prof Fauzul Iman dan para wakil rektor, Ketua Senat Prof MA Tihami, guru besar di antaranya Prof Utang Ranuwijaya, Prof Syibli Syarjaya, dan Prof Zakaria Syafei, para kepala biro, Kepala Lembaga Penjamin Mutu (LPM), dan kepala Satuan Pengawas Internal (SPI).

“Buka program S-3 karena kami punya banyak lulusan S-1 dan S-2 linier yang kemungkinan banyak yang mau melanjutkan studinya ke jenjang program doktor. Alumni S-2 sudah ada 530 orang,” kata Syafuri.

Penerimaan mahasiswa perdana, lanjut dia, tidak banyak. Antara 10 sampai 15 orang. Pihaknya masih menyesuaikan dengan ruang perkuliahan yang terbatas. Untuk dosennya sudah dipersiapkan, baik guru besar dari internal maupun dari perguruan tinggi lain, seperi Jakarta, Bandung, dan Lampung. Bahkan mendatangkan dosen internasional dari perguruan tinggi negara lain.

Kata Syafuri, pada program doktor pihaknya ingin menghasilkan lulusan yang berkualitas secara keilmuan. Oleh karena itu dalam persyaratan penerimaan mahasiswa akan dibuat sejumlah regulasi, seperti kemampuan berbahasa Arab dan Inggris.

Rektor UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten Prof Fauzul Iman berharap mahasiswa program doktor adalah orang-orang berkualitas. “Butuh keseriusan. Jangan sampai nanti setelah direkrut jadi mahasiswa, kualifikasinya tidak memadai,” kata Fauzul.

Pada program doktor, lanjut dia, harus memadai kemampuan bahasanya sehingga bisa memahami teks-teks berbahasa Inggris dan Arab, memadai secara keilmuan, dan metode menulisnya bagus.

“Ya harus sudah bikin teori. Disertasi merupakan temuan-temuan dan metodologinya harus bagus,” harap Fauzul.

Untuk itu, keilmuan para dosennya pun harus mumpuni. Tenaga pengajar akan direkrut dari guru besar di internal dan Jakarta. (aas)