Rektor UIN SMH Banten Profesor Fauzul Iman (tengah) menandatangani kerja sama dengan pendiri Al Arabiyya Institute Universitas Leipzig Prof Eckehard Schulz saat kunjungannya ke Jerman akhir Maret 2018.

SERANG – Setelah satu tahun perubahan IAIN menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Maulana Hasanuddin (SMH) Banten, Rektor UIN SMH Banten terus membangun kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di luar negeri. Hal ini dilakukan tidak lain, untuk mendorong ketertinggalan yang ada.

Rektor UIN SMH Banten Prof Dr Fauzul Iman mengatakan, terus bekerja keras dalam upaya akselerasi peningkatan mutu akademik di antaranya membangun kemitraan dengan berbagai perguruan tinggi baik dalam dan luar negeri. “UIN Banten harus terus mengejar ketertinggalanya dalam segala bidang  dari mutu akdemik, infrastruktur dan kapasitas tenaga pendidik dan kependidikan,” ujarnya kepada Radar Banten, Rabu (4/4).

Ia menjelaskan, tahun lalu, kemitraan dilakukan dengan sembilan perguruan tinggi di Belanda yang tergabung dalam Netherlands Interuniversity School for Islamic Studies (NISIS)  bidang riset studi-studi keislaman. Pada tahun yang sama juga merangkul salah satu perguruan tinggi ternama di Turki, Marmara University, dalam pada bidang pendidikan dan teologi. “UIN Banten tidak boleh diam, statis dan lamban bergerak. Pergantian status IAIN menjadi UIN harus menjadi momentum strategis untuk bergerak cepat menuju puncak kemajuannya,” katanya.

Tahun ini, kata dia, pihaknya juga menjalin kemitraan dengan Leipzig University, Jerman  dalam bidang pengajaran dan pengembangan metode pembelajaran bahasa Arab modern. Ia menjelaskan, Leipzig merupakan perguruan tinggi tertua kedua di Jerman yang menjadi pusat pengembangan beragam disiplin ilmu. Universitas ini memiliki model pengajaran bahasa Arab modern yang dikembangkan oleh Prof Dr Eckehard Schulz, yang merupakan direktur Institute of Oriental Studies. “Ini peluang dan kesempatan yang baik dan harus kita manfaatkan untuk mendorong akselerasi kemajuan bidang pengajaran bahasa Arab,” katanya.

Fauzul mengungkapkan, dalam pertemuannya dengan Rektor Universitas Leipzig Prof. Dr. Thomas Hofsass membicarakan beberapa hal yang dapat dijadikan konsentrasi kemitraan di antaranya bidang penelitian dan publikasi internasional dan bidang pengembagan pendidikan anak usia dini. “Prof. Thomas bahkan berjanji megadakan kunjungan balasan ke UIN Banten sebagai bentuk keseriusan program kemitraan ini,” katanya.

Ia menjelaskan, pihaknya mengirim lima dosen bahasa Arab ke Jerman untuk mengikuti workshop on Arabic e-learning and e-testing di Universitas Leipzig. “Program ini dirancang sebagai bantuk upaya pengembangan bahasa Arab menggunakan Modern Standard Arabic, model yang dikembangkan oleh Prof Schulz di Universitas Leipzig,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Bahasa UIN SMH Banten M Nur Arifin, menjelaskan, Universitas Leipzig memiliki lembaga bahasa, Al-Arabiyya-Institute yang didirikan pada 2011 oleh Eckehard Schulz, Profesor di Oriental Institute of the University of Leipzig. Lembaga bahasa tersebut memiliki pengalaman  dalam pengembangan bahasa Arab. “Lembaga ini cukup memiliki pengalaman tidak hanya dalam pengajaran bahasa arab akademis tetapi juga pengembangan bahan ajar,” katanya.

“Di samping itu, Al-Arabiyya-Institute juga menawarkan tes bahasa Arab Standar pertama di dunia berdasarkan Kerangka Acuan Bersama Eropa (CEFR) untuk bahasa-bahasa,” sambung Arifin.

Dengan begitu, kata dia, ke depan UIN SMH Banten telah mengantongi izin dari Universitas Leipzig untuk menggunakan  e-edition buku bahasa Arab sebagai bahan ajar mahasiswa dan juga mengelola Test of Arabic as Foreign Language (TOAFL) bekerja sama langsung dengan Universitas Leipzig, Jerman. (fdr/alt/ags/RBG)