Ulama Ajak Pendemo Jangan Anarkis

0
701

CILEGON – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Grogol menyoroti aksi unjuk rasa penolakan Undang-undang Cipta Kerja oleh masyarakat khususnya para buruh.

MUI tak melarang aksi unjuk rasa itu, namun lembaga tempat bernaung para ulama itu mengingatkan masyarakat untuk tidak anarkis dalam menyampaikan aspirasi.

Ketua MUI Kecamatan Grogol Ikhawanul Muslimin menjelaskan, menyuarakan aspirasi dan pendapat merupakan hak asasi masyarakat.

“Namun dalam menyampaikan saran dan pendapat kita sebagai negara hukum punya aturan,” ujarnya kepada wartawan di kediamannya, Kamis (22/10).

Menurut Ikhwanul Muslimin, penolakan UU Cipta Kerja tak Masalah selama dalam batas tertentu yaitu tidak melakukan hal-hal anarkis dan mengganggu ketertiban serta merusak fasilitas umum.

“Kami sudah membuat surat edaran sekira satu bulan lalu. Agar masyarakat tidak terprovokasi oleh hal-hal yang tidak menguntungkan untuk dirinya sendiri maupun masyarakat lain,” ujarnya.

Imbauan juga disampaikan oleh MUI melalui majlis ta’lim maupun kegiatan keagamaan, sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat dari MUI.

“Kami sudah koordinasikan dengan seluruh pengurus MUI seluruh kecamatan di Cilegon,” ujarnya.

Ia menilai terjadinya pro kontra terhadap UU Cipta Kerja merupakan hal yang wajar sebagai negara demokrasi.

Untuk itu, pro kontra tersebut jangan dihadapi dengan emosi yang bisa merugikan semua pihak.

Hal senada diungkapkan oleh salah satu tokoh masyarakat Grogol, H. Hadari. Menurutnya aksi anarkis tidak bisa dibenarkan.

“Masalah ada demo yang merugikan itu tidak cocok, yang penting kita bersaudara saling menasehati untuk kebaikan,” ujarnya.

Ia bersyukur sejauh ini masyarakat khususnya di Kecamatan Grogol belum ada yang terprovokasi oleh oknum sehingga menciptakan kegaduhan. Ia berharap hal itu Takan pernah terjadi. (Bam)