SERANG – Peran ulama atau kyai di Banten masih layak diperhitungkan untuk memobilisasi massa pemilih pada Pilpres 2014. Pasalnya, masyarakat masih memegang tradisi dan masih menempatkan ulama sebagai public opinion leader.

“Masyarakat dibagi dua yakni pedesaan dan masyarakat kota. Ulama atau kyai itu menempati public opinion leader. Masih diperhitungkan sebagai strategis menguatkan dukungan opini. Karena di masyarakat pedesaan, biasanya masyarakat bertanya dulu kepada ulama atau kyai,” jelas akademisi dari Unsera Abdul Malik kepada radarbanten.com, sebelum acara diskusi di salah satu rumah makan di Kota Serang, Kamis (26/6/2014).

Sementara untuk masyarakat perkotaan, kata Malik, masyarakat relatif mendapat basis pendidikan yang baik dengan akses informasi yang lebih luas. “Masyarakat kota akan mencari sendiri informasi mengenai calon yang akan dipilih dengan membaca, menelaah siapa yang tepat dipilih,” jelasnya.

Untuk masyarakat Kota Serang, lanjut Dekan Fisip Unsera ini, masyarakatnya masih mempertahankan tradisi. “Saya melihat di Serang, ulama atau kyai masih punya peran strategis. Wajar timses banyak menggaet masyarakat tertentu di sini dengan datang ke pesantren-pesantren,” paparnya.

Selanjutnya, Abdul Malik menyarankan agar peran strategis tersebut tidak hanya berhenti sebagai politik pragmatis. “Kepentingan politik pragmatis akan cenderung memanfaatkan ulama atau kyai yang pada akhirnya akan ditinggalkan. Makanya saya mengajak kepada kalangan pendidikan pesantren, kalau memberi dukungan harus berdasarkan kesadaran,” ujarnya. (Wahyudin)