Ulama Karismatik Pandeglang Tutup Usia

Pesan Terakhir Minta Warga Rajin Mengaji

Ratusan warga mendoakan almarhum KH Was’i Fauzan sebelum dimakamkan, Selasa (26/6). Sebelum meninggal, almarhum sempat dirawat di RSPAD Gatot Subroto karena menderita penyakit gula darah dan komplikasi.

MAJASARI – Masyarakat Kabupaten Pandeglang, Selasa (26/6) pagi berkabung. Hal itu seiring dengan wafatnya Abuya Wasi’ Fauzan bin Syeikh Ahmad Busyro, sekira pukul 07.20 WIB di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, karena menderita penyakit gula darah dan komplikasi.

Kabar duka pimpinan Pondok Pesantren Arraudhoh yang berada di Kampung Kadumernah, Kelurahan Sukaratu, Kecamatan Majasari ini langsung tersiar ke semua warga Pandeglang. Ribuan masyarakat mulai dari politisi hingga pejabat Pemkab pun berdatangan ke rumah duka yang berada tak jauh dari lokasi pesantren untuk bertakziah. Mereka di antaranya anggota DPR RI Achmad Dimyati Natakusumah, Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Pandeglang Pery Hasanudin, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan ESDM Abdul Ghoffar, para asisten daerah, dan beberapa kepala OPD.

Hujan deras yang turun bersamaan saat itu sama sekali tidak menyurutkan langkah masyarakat untuk menyalatkan dan mengantarkan almarhum ke tempat permakaman jasad kiai besar itu di permakaman keluarga yang berada di Kampung Peuni, Desa Ciputri, Kecamatan Kaduhejo.

Putra kelima almarhum, H Mubarok mengaku sangat kehilangan sosok orangtua yang selalu membimbing dan memberikan nasihat kepada keluarga agar bisa terus berada di jalan yang diridai Allah Swt. “Sebelum wafat, beliau berpesan agar terus ngaji, karena enggak bakal benar hidup kalau enggak ngaji. Almarhum merupakan sosok yang bijak, baik, ramah, dan tegas khususnya dalam kebaikan,” katanya seraya menahan air mata usai menyalatkan jenazah, kemarin.

Sebelum meninggal, lanjutnya, almarhum sempat berpesan agar terus mengajak masyarakat untuk mengaji. “Cita-cita beliau yang belum terpenuhi adalah ingin menjadikan masyarakat semuanya mau ngaji, intinya harus ngaji. Terus beliau juga ingin mendirikan pesantren lagi, karena pesantren Kadumernah ini merupakan pesantren yang pertama di Pandeglang,” katanya.

Ditemui usai takziah, Staf Ahli Bupati Bidang Kesra dan ESDM Abdul Goffar menerangkan, semasa hidup almarhum merupakan sosok yang dekat masyarakat, serta kerap membimbing dan memberikan nasihat agar terus berbuat baik. “Beliau sangat dihormati oleh masyarakat, beliau juga selalu datang apabila diundang di berbagai acara. Kita doakan, semoga beliau mendapatkan tempat yang baik disisi-Nya dan amal ibadah semasa hidupnya diterima Allah Swt,” katanya.

Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Pandeglang Andhi Mukit mengaku sangat kehilangan sosok ulama karismatik tersebut. “Sosok yang bisa menjadi panutan dan orang tua kita. Kita doakan agar almarhum diterima disisi-Nya, diterima iman Islamnya, dan ditempatkan di tempat yang layak disisi-Nya,” katanya.

Begitu juga dengan yang disampaikan Wakil Bupati Tanto Warsono Arban. Ditemui di gedung Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Pandeglang, ia mengucapkan turut berbelasungkawa atas meninggalnya ulama besar yang menjadi panutan masyarakat Pandeglang. “Kita semua kembali kehilangan sosok ulama besar, ulama karismatik. Untuk keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan ketabahan, dan untuk almarhum semoga Allah Swt menempatkannya di surga,” katanya. (Adib F/RBG)