BANDARA – Seekor ular dan puluhan ekor burung yang dilindungi gagal diselundupkan oleh Balai Karantina Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) di Terminal Kargo, Senin (7/8). Salah satu pelaku berinisial A, merupakan warga negara Bahrain.

Kasi Informasi Karantina Bandara Soetta Rohmadi mengatakan, puluhan hewan tersebut berasal dari Hongkong. Tak ada dokumen karantina dari negara asal pengirimnya. Modusnya, barang ilegal tersebut dikemas dalam koper yang dicampur dengan tumpukan makanan ringan. ”Hari ini (kemarin) barang selundupan itu telah dibawa ke Instalasi Karantina Hewan,” terang Rohmadi kepada wartawan, Selasa (8/8).

Totalnya ada 72 ekor jenis burung. Dengan rincian, kutilang 57 ekor, cucak delapan ekor, kacer dua ekor, jalak tiga, towet satu ekor dan murai batu satu ekor. ”Cara yang dilakukan tergolong rapi. Satu pipa diisi tiga burung,” ujarnya.

Ditambahkan, semua barang bukti telah diamankan, sementara identitas pelaku telah didata dan menunggu untuk proses selanjutnya.

Sebelumnya, upaya penyelundupan bayi lobster berhasil digagalkan. Kali ini, sebanyak 15 ribu bayi lobster akan dijual ke Singapura. Modusnya, bayi lobster dimasukkan ke dalam koper.

Berdasarkan informasi dari Polres Bandara Soetta, Senin (31/7), peristiwanya terjadi Kamis (27/7). Pelaku berinisial MS dibekuk di Terminal 2E sesaat sebelum berangkat menuju Batam. Selain MS, polisi juga menangkap tiga pelaku lainnya. Saat ini masih dalam pengembangan.

Kasatreskrim Polres Bandara Soetta Kompol Mirza Maulana mengatakan, MS berhasil dibekuk setelah ada informasi bahwa koper yang dibawa berisi bayi lobster.

Para tersangka dikenakan UU RI Nomor 45 Tahun 2009 Pasal 31 UU RI Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. (why/dai/sub)