Umat Islam Diminta Bersatu, Jangan Terpecah karena Isu

Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif (kedua dari kiri) menyerahkan bendera kepada Ketua PA 212 Kota Cilegon Malim Hander Jhoni seusai deklarasi.

CILEGON – Umat Islam harus terus membangun persatuan dan menjalin ukhuwah Islamiyah. Itu penting agar umat Islam menjadi lebih kuat.

Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif mengatakan, umat di seluruh daerah jangan sampai terpecah belah oleh isu atau persoalan apa pun. “Dengan bersatunya umat, Indonesia akan menjadi negara seperti yang dicita-citakan oleh pendiri bangsa,” ujar Slamet Maarif saat menghadiri deklarasi dan melantik PA 212 Kota Cilegon di Alun-alun Kota Cilegon, Minggu (8/7).

Ia meminta kepada pengurus PA 212 Kota Cilegon yang baru dilantik untuk bersatu agar menjadi kuat. “Sehingga dari Cilegon akan menjadi NKRI yang luar biasa. Akan ada pemimpin dan parlemen yang sangat bermanfaat bagi agama Islam,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada masyarakat Kota Cilegon untuk mencintai serta menghormati ulama. Karena ulama merupakan sosok berpengaruh dan berjasa dalam pembentukan akhlak dan karakter masyarakat.

Dalam konteks kenegaraan, ulama mempunyai peranan dalam proses pembangunan di Indonesia. Sejarah mencatat besarnya peranan ulama dalam masa perjuangan dan mewujudkan kemerdekaan Indonesia. “Catatan-catatan sejarah itu menunjukkan bahwa ulama sosok yang pro terhadap NKRI. Masyarakat jangan mudah termakan isu dan kemudian membenci ulama karena isu-isu itu. Justru sebaliknya, masyarakat harus mencintai, menghormati, serta melindungi ulama,” tegasnya.

Sementara Ketua PA 212 Kota Cilegon Malim Hander Jhoni menuturkan, PA 212 Kota Cilegon dibentuk bukan untuk mengganggu roda pemerintahan Kota Cilegon. Justru PA 212 Kota Cilegon dibentuk untuk mengajak pemerintah melihat kondisi Kota Cilegon yang sebenarnya secara langsung. “Kita giring bukan aksi protes. PA tidak akan sweeping tapi akan mengajak pemerintah untuk melihatnya,” ujar pria yang akrab disapa Jhoni saat menyampaikan sambutan.

Kata dia, PA 212 Kota Cilegon hadir untuk menyatukan seluruh elemen agama serta elemen masyarakat di Kota Cilegon. Oleh karena itu, deklarasi PA 212 Kota Cilegon terbuka untuk umum. “Kita enggak bawa partai, kelompok. Misinya seperti itu, untuk mempersatukan semua kalangan meski kita ada perbedaan. Kita tidak perlu bersitegang,” ujar Jhoni.

Kata Jhoni, PA 212 Kota Cilegon mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan di Kota Cilegon. “Jangan protes pemerintah saja, tetapi kita tidak bisa memberikan apa-apa,” ujarnya.

Untuk berkontribusi kepada daerah, menurutnya, masyarakat tidak harus berbuat hal sulit. Masyarakat bisa membantu dengan hal-hal yang sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Misalnya menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

Dijelaskan Jhoni, hal utama bagi sebuah kota adalah kebersihan dan kenyamanan. Hal itu bisa berdampak pada berbagai hal aspek kehidupan masyarakat. Menurutnya, tidak membuang sampah sembarangan merupakan langkah yang jelas dan berpengaruh terhadap kota.

Plt Walikota Cilegon Edi Ariadi yang hadir dalam deklarasi itu mengungkapkan bahwa Kota Cilegon merupakan kota industri yang heterogen. Persatuan antar-masyarakat diperlukan untuk kemajuan serta pembangunan Kota Cilegon. “Boleh saja berbeda, tapi tetap ada dalan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Persatuan antarelemen sangat penting demi suasana kondusif di Kota Cilegon agar program-program pemerintah berjalan lancar dan pembangunan tidak terhambat. “Dengan kekompakan termasuk stakeholder insya Allah Cilegon kondusif,” ujar Edi.

Kata dia, kehadiran PA 212 Kota Cilegon dapat menambah manfaat mewujudkan kesejahteraan masyarakat Kota Cilegon, menjaga konsolidasi berbagai elemen, serta membantu pemerintah menjalankan pembangunan. Pemkot Cilegon, menurut Edi, menerima kritikan dan saran dari masyarakat. Bagi Edi, kritikan dan saran merupakan bentuk aktif masyarakat dalam mengawal roda pemerintahan di Kota Cilegon.

Sebelum deklarasi PA 212 Kota Cilegon, para peserta sudah berkumpul sebelum subuh di alun-alun. Mereka melakukan salat berjamaah di Alun-alun dan menggelar istigasah. Setelah itu, baru dilangsungkan deklarasi dan pelantikan yang dilanjutkan dengan  ceramah agama oleh Habib Umar Muthohar.

Terkait arah dukungan PA 212 pada Pilpres 2019, Ketua Umum PA 212 Slamet Maarif mengatakan, masih sesuai dengan hasil rakornas di Aula Sarbini, Taman Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur, April lalu. Nama-nama yang direkomendasikan menjadi capres adalah Tuan Guru Bajang (TGB), Habib Rizieq Syihab, Prabowo Subianto, Yusril Ihza Mahendra, dan Zulkifli hasan. Sedangkan cawapres yaitu Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Yusril Ihza Mahendra, Anies Matta, Zulkifli Hasan, Eggi Sudjana, Ustaz Bachtiar Nasir, dan Anies Baswedan

Terkait sikap TGB yang mendukung Presiden Joko Widodo untuk kembali maju di Pilpres 2019, kata Slamet, PA 212 akan mencari penjelasan langsung kepada TGB. “Semoga bisa menjelaskan dan memberikan keputusan yang melegakan umat. Jika sama dengan media (pernyataan TGB mendukung Jokowi dua periode-red), di rapimnas dan pertemuan ulama sangat besar kemungkinan rekomendasi dicabut. Kelihatannya di media sangat gamblang, tapi kami sesama muslim mengutamakan tabayun (mencari penjelasan-red),” ujarnya. (Bayu M/RBG)