UMKM Dituntut Berinovasi Agar Bertahan di Dunia Digital

0
2.554 views
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja (kanan, atas), Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Budi Hanoto (kedua, kanan atas), dan peserta saat Webinar tentang UMKM, Senin (10/8).

SERANG – Di tengah pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19, pelaku UMKM diminta berinovasi dan beradaptasi. Untuk mendorong pertumbuhan UMKM sebagai sumber ekonomi baru, peningkatan digitalisasi UMKM, dan melebarkan akses UMKM di pasar global, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten menyelenggarakan Karya Kreatif Banten (KKB) 2020, 10-13 Agustus 2020 dengan tema “Mewujudkan UMKM yang Inovatif dan Berdaya Saing Global Melalui Digitalisasi UMKM”. Tagline-nya, “Go Beyond UMKM Banten”.

Mengawali rangkaian KKB 2020, Kantor Perwakilan BI Provinsi Banten menggelar webinar, Senin (10/8), yang bekerja sama dengan Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA). Webinar dibuka oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Erwin Soeriadimadja.

Erwin menyampaikan, ada tiga butir key findings dalam penguatan UMKM. Pertama, penting bagi pelaku UMKM menjalankan usaha dengan orientasi bisnis yang kuat agar mandiri dan tangguh. Kedua, peningkatan kapasitas SDM yang menguasai teknologi dan selalu inovatif agar bisnis memiliki daya saing. Ketiga, aspek pembiayaan. UMKM memerlukan dukungan pembiayaan yang disesuaikan dengan skala pertumbuhannya.

“Dukungan industri jasa keuangan juga mutlak diperlukan. Tidak hanya financing, tapi juga pendampingan agar usaha UMKM dapat tumbuh sehat. Ketiga hal itu menjadi modal bagi UMKM untuk sustain dalam bisnis dan menembus pasar global. Bank Indonesia juga senantiasa melakukan fasilitasi agar UMKM dapat berkembang menjadi suatu usaha yang produktif dan bankable,” kata Erwin.

Deputi Gubernur BI Rosmaya Hadi mengatakan, terdapat blessing in disguise di tengah pandemi Covid-19 yang mengakselerasi adopsi teknologi digital dalam transaksi perekonomian. “Adopsi teknologi digital secara luas telah dimanfaatkan customer maupun pelaku usaha (merchant) di berbagai sektor, termasuk UMKM. Usaha yang dahulu mengandalkan transaksi offline, “dipaksa” keadaan untuk beralih ke pemanfaatan platform e-commerce agar dapat menjangkau online customer,” katanya.

Sementara, Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Budi Hanoto menegaskan komitmen BI sebagai institusi yang harus turut serta mendorong kemajuan UMKM. KKB 2020 menjadi salah satu bentuk nyata komitmen ini. “Kami memberi wadah atau media kepada UMKM binaan kami pada khususnya, dan seluruh UMKM di wilayah Banten dan sekitarnya untuk mau mencoba inovasi apa pun,” ujar Budi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten Tabrani menjabarkan besarnya potensi pengembangan ekonomi Banten. “Banten memiliki hampir satu juta UMKM yang berhasil menyerap lebih dari dua juta tenaga kerja,” ungkapnya.

Tabrani menegaskan, adaptasi dan inovasi dalam mengembangkan UMKM sangat penting. “Dalam era kenormalan baru, anjuran mengurangi aktivitas yang bersentuhan atau tatap muka langsung akan tetap diberlakukan. Online sudah pasti menjadi solusi paling efektif untuk tetap bisa menjalankan usaha,” tegasnya.

Tabrani juga menyebutkan tingginya jumlah UMKM yang terdampak pandemi saat ini. Hal ini tentu harus segera disikapi dengan kebijakan, edukasi, dan sosialisasi untuk go digital dan membuat para UMKM ini kembali bangkit. “Kemenangan tidak ditentukan oleh seberapa besar modal kita, tapi seberapa cepat kita berinovasi, berubah, bertransformasi dan beradaptasi,” ujarnya. (alt)