Ungkap Penyebar Hoaks Gempa Susulan, Bareskim Bantu Polda Banten

SERANG – Penyidik Subdit II Fiskal, Moneter, dan Devisa (Fismondev) dan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Banten meminta bantuan Bareskrim Mabes Polri mengungkap pembuat informasi hoaks gempa susulan di Kabupaten Lebak. Soalnya, Polda Banten belum memiliki peralatan yang cukup untuk menelusuri pembuat informasi hoaks tersebut.

“Peralatan terbatas. Kita tunggu dari sana (Bareskrim Polri-red). Dia akan lebih mendalami pelaku utamanya,” kata Direktur Reskrimsus Polda Banten Komisaris Besar (Kombes) Abdul Karim, Senin (26/2).

Pasca gempa 6,1 SR pada 23 Januari 2018 di Kabupaten Lebak, beredar surat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tentang peringatan gelombang tinggi. Surat tersebut juga berisi potensi gempa susulan berkekuatan 7,4 SR dan imbauan untuk keluar rumah pada pukul 22.30-23.59 WIB. Pemberitahuan itu tertulis dalam catatan kecil di bagian bawah surat resmi BMKG.

“Masih agak lama (pengungkapan-red). Terakhir empat orang yang kita mintai keterangan. Semanya total ada delapan orang yang kita mintai keterangan,” kata Abdul Karim.

Sebelumnya, empat orang terduga penyebar informasi gempa susulan berkekuatan 7,4 skala richter (SR) tersebut berinisial F, S, FM dan BK telah diperiksa sebagai saksi.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, informasi hoaks tersebut berawal dari salah satu terduga yang disebarkan melalui grup WhatsApp (WA). Pesan itu diperoleh dari salah satu grup siswa sekolah dasar (SD) di Kabupaten Pandeglang. Informasi tersebut kemudian secara berantai disebarkan ke grup WA lain. Terakhir, salah satu terduga mengunggah informasi hoaks tersebut di akun Instagram (IG) milik pribadinya. File berisi informasi hoaks tersebut telah diambil oleh polisi dari tiga grup WA.

Sebelumnya, Kepala BMKG Klas I Serang Sugarin resmi melaporkan penyebaran informasi hoaks gempa susulan di Kabupaten Lebak ke Polda Banten, Kamis (25/1). Penyebar informasi hoaks tersebut mencatut nama BMKG dengan menginformasikan gempa susulan 7,4 SR pada pukul 22.30-23.59 WIB.

Barang bukti berupa print out selebaran informasi hoaks dan rilis resmi dari BMKG diserahkan kepada polisi sebagai perbandingan. Dia juga sudah memberikan keterangan kepada polisi. (Merwanda/RBG)