Unicef Kagumi Sanisek Motif Benteng

0
54

TANGERANG – Aliansi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Badan Anak-anak PBB (Unicef) mendapuk Kabupaten Tangerang sebagai daerah yang sukses meningkatkan akses sanitasi dan air minum masyarakatnya. Salah satu program yang mendapat perhatian adalah Program Sanitasi Berbasis Sekolah (Sanisek).

Hal ini diungkapkan Kepala Unit Air, Sanitasi, dan Kebersihan UNICEF Indonesia, Aidan Cronin dalam Seminar Advokasi Horizontal Learning Sanitasi Sekolah di Hotel Atria Tangerang. Selasa (14/11) lalu.

Dijelaskannya, dari data Kementerian Pendidikan RI, rasio jumlah toilet sekolah masih jauh dari mencukupi. Angka rata-rata nasional, satu toilet digunakan 122 siswa laki-laki dan 117 siswa perempuan. Bahkan dari sekira 250 ribu lebih sekolah dan madrasah di Indonesia, belum memiliki sanitasi sekolah yang layak.

”Setelah kami berkeliling ke Kabupaten Tangerang, kami cukup terkejut pemerintah setempat melakukan terobosan membangun sanitasi di setiap sekolah. Seperti WC yang dibangun khusus dan bermotif benteng. Itu saya melihatnya hampir di seluruh sekolah dasar,” terang pria yang menjabat sebagai Kepala Unit Sanitasi pada Badan Penanggulangan Pengungsian PBB (UNHCR).

Aidan menjelaskan, ini menjadi bukti bahwa Pemkab Tangerang berkomitmen untuk mendukung pembangunan yang sejalan dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (SDG). ”Pembentukan sanitasi layak hingga ke tingkat paling rendah akan menciptakan generasi berkualitas yang sehat dan cerdas,” ujar warganegara AS yang selama 20 tahun berkecimpung dalam urusan sanitasi di seluruh belahan dunia.

Sementara, Zaki mengatakan selain program Sanisek, Pemkab Tangerang juga mencanangkan program Seribu Sanitasi (Serasi) untuk masyarakat. Tahun depan, program Sanitasi Pesantren (Sanitren) juga akan dikebut. ”Program ini kami gagas atas buruknya kualitas sanitasi sebagian besar pesantren di Kabupaten Tangerang,” jelas alumni Victoria University Australia tersebut.

Mantan Anggota DPR RI ini mengatakan, dalam konsep pembangunannya, sanisek adalah meletakkan bangunan di depan sekolah bukan belakang. Adapun atap bangunan berupa benteng. ”Filosofinya karena benteng kesehatan itu pada masa sekolah menjadikan benteng kita untuk berperilaku hidup bersih dan sehat,” tandasnya. (gar/sub)