Unik! Cara Angkot Cilegon Hindari Razia Kendaraan

Barisan angkot yang sedang melakukan 'aksi mogok', menghindari razia

CILEGON – Pemandangan yang berbeda terpantau di pelataran halaman parkir diskotik LM di jalan Sultan Ageng Tirtayasa, Cilegon, Jumat (20/11/2015). Puluhan angkutan perkotaan (angkot) berbagai jurusan trayek tampak terparkir dan berpura-pura mogok hingga ke deretan sejumlah pertokoan lainnya di sepanjang jalan tersebut.

Semula, kalangan sopir angkot pada saat itu diduga hendak demo mogok operasi. Belakangan diketahui, upaya memarkirkan kendaraan mereka pada saat itu tak lain adalah modus untuk menghindari razia pajak kendaraan yang digelar oleh Satpol PP Provinsi Banten yang bekerjasama dengan Satlantas Polres Cilegon dan UPTD Samsat Kota Cilegon di kawasan komplek pertokoan Bonakarta, tak jauh dari jarak parkir angkot.

“Lagi minggir dulu, soalnya ada polisi lagi razia,” ungkap Budin, salah seorang sopir angkot yang dikonfirmasi.

Kesal dengan kondisi ‘mogok mendadak’ di kalangan sopir angkot itu, penumpang yang semula berada di dalam angkot pun satu persatu memilih turun. Dengan raut kesal, penumpang berpindah menaiki angkot lainnya yang memilih tetap melanjutkan perjalanannya kendati operasi razia pajak kendaraan sudah menghadang di depan mata.

“Tau tuh sopir (angkot), bilangnya ada razia. Kalau kita juga mesti nunggu sampai razia selesai, urusan bisa telat,” kata salah seorang penumpang seraya berlalu.

Pantauan di lokasi, angkot-angkot itu bahkan ‘tumpah’ ke jalan protokol, hingga menyebabkan penyempitan jalan yang berujung pada kemacetan lalu lintas.

Mendapati kondisi ini, polisi yang semula mengawal jalannya razia menghampiri barisan angkot. Satu persatu sopir angkot akhirnya pasrah didata petugas gabungan lantaran surat pajak kendaraan yang dimiliki ternyata telah kadaluarsa. (Devi Krisna)