Unit Usaha Syariah Jamkrida Banten Akan Dipisah

Mobil pelayanan (mobile branch) PT Jamkrida Banten. Foto: Tangerang Ekspres

SERANG – PT Jamkrida Banten berencana memisahkan unit usaha syariah menjadi perusahaan tersendiri.

“Mudah-mudahan nanti 2020 bisa mendatang bisa memisahkan diri agar mandiri,” kata Komisaris Utama PT Jamkrida Banten Didin Rasyidin Wahyu, beberapa waktu lalu.

Menurutnya, unit bisnis syariah ini kedepan sengaja dipisah agar bisnis unit syariah bisa mandiri dan semakin berkembang. Saat ini keberadaan unit syariah PT Jamkrida Banten mendapatkan respons yang baik.

“Dengan manajemen yang terpisah akan lebih konsentrasi dalam mengembangkan bisnis termasuk dalam mengambil keputusan,” tuturnya.

Direktur Utama PT Jamkrida Banten Hendra Indra Rachman mengatakan, sesuai dengan rencana perusahaan pada 2020, PT Jamkrida Banten akan melakukan spin off unit usaha syariah menjadi entitas mandiri dan terpisah. “Ini juga berdasarkan rencana perusahaan yang dibuat pada 2015 lalu,” katanya.

Menurutnya, spin off unit usaha ini bisa dilakukan apabila ada penambahan modal untuk Jamkrida Banten dari pemegang usaha sebagai perusahaan induk. Dengan catatan, modal yang dimiliki PT Jamkrida Banten di atas Rp100 milliar.

“Jika pemegang saham mau menambah modal ke Jamkrida Banten, rencana tersebut bisa terlaksana,” katanya.

Kata dia, saat ini, modal PT Jamkrida Banten mencapai Rp56,5 milliar dan belum bisa spin off dan ini modalnya tidak bisa dibagi. Selain itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga mensyaratkan lembaga penjaminan untuk lingkup provinsi minimal modal yang disetor sebanyak Rp50 milliar. “Kalau modal yang ada tidak bisa spin off, jadi perlu ada tambahan modal,” katanya.

Ia berharap, selama dua tahun ke depan, pemegang saham bisa menambah modal agar spin off unit usaha syariah bisa terlaksana. Selain itu, direksi juga sudah menyiapkan sumber daya manusia jika spin off dilakukan. (skn/aas/dwi)