Universitas Indonesia Kurangi Kuota Jalur SNMPTN

0
831 views

JAKARTA – Universitas Indonesia (UI) sudah mulai membuka jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) atau jalur undangan. Hanya saja, jumlah kuota kursi peserta jalur undangan tahun ini akan lebih kecil peluangnya. Kuota jalur undangan tahun 2017 hanya 30 persen.

Jumlah itu berkurang 10 persen dibanding tahun lalu. Artinya kesempatan peserta calon mahasiswa yang ingin masuk UI lewat jalur undangan lebih ketat bersaing. Kebijakan ini merupakan kewenangan masing-masing universitas.

Rektor UI Muhammad Anis dengan tegas memberlakukan keputusan ini. Anis beralasan ujian tertulis jauh lebih adil (fair) ketimbang jalur undangan yang mengandalkan nilai rapor. Calon mahasiswa akan lebih teruji jika masuk melalui jalur tertulis atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN).

“Jalur undangan (SNMPTN) tahun ini 30 persen lebih sedikit. Sedangkan tertulis 70 persen. Jika ingin berkompetisi lebih baik tertulis, saya sudah teriak-teriak dari 4-5 tahun yang lalu,” tukas Anis di Gedung Rektorat UI, Rabu (8/2), sebagaimana dilansir JawaPos.com.

Jumlah peluang atau kuota peserta SBMPTN atau jalur tertulis kini naik menjadi 70 persen. Setiap tahun rata-rata jumlah kursi UI yang diperebutkan sebanyak 5000 kursi. “Kuota untuk jalur tertulis jadi lebih tinggi,” tegas Anis.

Anis menjelaskan keputusannya bukan berarti kualitas mahasiswa asal jalur undangan kurang unggul. Hanya saja UI memerlukan calon mahasiswa dengan nilai yang nyata. Cara yang paling adil, kata dia, adalah dengan jalur tertulis.

“Sulit untuk kita, banyak SMA itu yang menaikkan angka Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Kalau KKM di rapor 85 ya susah kita menerimanya, yang benar-benar real nilainya yang bisa kita pertandingkan. Jadi akhirnya lebih fair kita buka jalur tertulis,” tukasnya.

Meski begitu, Anis tetap bijak mempertahankan peluang jalur undangan meski kesempatannya lebih kecil. Perlahan, Anis akan semakin memperkecil peluang tersebut tahun depan.

“Walaupun itu tidak kita lepas, kita perhatikan yang undangan. Idealnya malah menurut saya 20 persen. Tahun depan 20 persen (kuota jalur undangan). (cr1/JPG)