Untirta Dapat Akreditasi A

Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat bersama Pj Sekda Banten Ino S Rawita dan anggota DPRD Provinsi Banten Ade Yuliasih (alumni Untirta) bersama tim asesor usai melakukan wawancara sebagai salah satu syarat akreditasi, beberapa waktu lalu. FOTO: ADE YULIASIH FOR RADAR BANTEN

SERANG – Untirta yang masuk program akselerasi akreditasi perguruan tinggi (APT) Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) meraih nilai akreditasi 361 atau setara dengan A dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT).

Rektor Untirta Prof Sholeh Hidayat mengatakan, proses akreditasi yang melibatkan berbagai unsur tersebut dilakukan selama sepuluh hari sejak 3 hingga 12 Desember 2018 oleh tim asesor. “Alhamdulillah, tadi pagi (kemarin-red) sudah diumumkan bahwa akreditasi APT mendapat peringkat A atau unggul. SK-nya memang belum ada, tapi itu bisa diakses secara terbuka melalui online,” ujarnya melalui sambungan telepon seluler, Rabu (12/12).

Pria yang akrab disapa Sholeh itu menjelaskan, sebelumnya akreditasi Untirta, yaitu B yang diproses pada 2015. Untirta termasuk cepat karena masuk program akselerasi peningkatan akreditasi dari Kemenristekdikti. “Seharusnya 2020 nanti. Tapi kita 2017 diperintahkan untuk menyiapkan akreditasi. Kementerian percaya,” terangnya.

Menurutnya, ini merupakan keberhasilan bersama, kerja keras dari semua. Terutama tim akreditasi yang siang malam mempersiapkan. Kemudian didukung oleh seluruh warga Untirta, dosen, tenaga kependidikan, hingga bagian kebersihan. “Betul-bertul saya merasa bangga dan haru. Ini merupakan tanggung jawab bersama. Ini perlu disyukuri ternyata kebersamaan membuahkan hasil, sebagaimana yang dicita-citakan,” terangnya.

Sholeh mengungkapkan, ada tujuh aspek yang menjadi penilaian oleh tim asesor, di antaranya visi misi, program dari setiap institusi seperti bidang kemahasiswaan. Selanjutnya, sistem penjaminan mutu, sistem tata kelola, alumni, kerja sama, prestasi-prestasi di bidang kemahasiswaan meliputi daya saing di bidang nonakademik. Kemudian, lama penyelesaian studi dan lama waktu menunggu pekerjaan, sistem layanan akademik dan nonakademik berbasis online. “Dominan di penilaian, sistem layanan, evaluasi visi misi, monev periodik dan sistem penjaminan mutu berdasarkan SOP (standar operasional prosedur) yang menjadi pedoman bagi semua civitas,” katanya.

Sholeh berharap, seluruh civitas akademik mampu mempertahan bahkan harus meningkatkan karena pekerjaan yang tidak ringan. Ia juga berupaya untuk terus meningkatkan penjaminan mutu, baik akademik maupun nonakademik. Termasuk jurnal internasional harus terus bertambah jumlahnya. “Keberadaan alumni penting karena alumni salah satu komponen yang dinilai, sejauh mana kemaslahatannya setelah lulus,” katanya.

Kata dia, Untirta saat ini sudah memiliki alumni di berbagai profesi, misalnya Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Banten dan Sekda Kota Serang merupakan alumni Untirta, belum lagi yang menjadi pengusaha, politisi, dan lainnya.

Dihubungi terpisah, Ketua Ikatan Alumni (IKA) Untirta Helldy Agustian mengatakan, dengan diraihnya akreditasi A, Untirta menjadi lebih baik dan tetap mempertahankannya, baik secara akademik maupun nonakademik. “Alumni kecintaannya terhadap kampus harus tetap terjaga sehingga alumni yang tersebar di berbagai profesi bisa bahu-membahu dan bersaing dengan alumni universitas lainnya,” pungkasnya. (Fauzan D/RBG)