Untung Peka, Suami Hampir Kepincut Janda

Sepintar-pintarnya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga. Begitulah yang dialami Esih (33), nama samaran, terhadap suaminya, sebut saja Tarno (34), yang nyaris kepincut wanita lain yang berstatus janda. Beruntung Esih peka hingga niatan suaminya itu pun gagal. Kini rumah tangga keduanya berakhir bahagia.

Diceritakan Esih, perubahan suaminya terjadi setelah dikaruniai anak pertama. Esih curiga dengan sifat suaminya berubah dari sosok pendiam menjadi orang yang gaul. Dari situ, Esih mulai mencari tahu dan menyelidiki perubahan suami layaknya detektif, tanya sana tanya sini, menginterogasi teman suaminya sampai akhirnya fakta itu terungkap juga.

Ditemui Radar Banten di wilayah Boru, Kota Serang, Esih siang itu sedang berteduh menunggu hujan berhenti. Sambil mengobrol, Esih tak malu menceritakan pengalamannya berumah tangga yang sudah berjalan delapan tahun dengan suaminya nyaris kandas gara-gara janda muda.

Pengakuan Esih, sebenarnya Tarno sosok laki-laki baik dan taat beribadah. Esih dikenalkan dengan Tarno oleh kedua orangtuanya. Melihat sosok Tarno yang lumayan ganteng, penampilan rapi, dan sudah memiliki pekerjaan mapan, yakni sebagai kepala produksi di salah satu pabrik di Cikande, tentu saja Esih tak bisa menolak.

“Ganteng, mapan, baik, kurang apa coba!,” puji Esih.

Esih saat itu mempunyai keyakinan kalau Tarno juga pasti bakal menerima dia apa adanya. Maklum, Esih juga tak kalah rupawan. Meski badannya agak berisi, kulitnya yang putih bersih dan matanya yang lentik mampu menghipnotis semua laki-laki yang memandangnya. Belum lagi Esih juga kebetulan berasal dari keluarga berada. Klop dah.

“Pokoknya waktu itu saya udah punya keyakinan kalau bakal berjodoh sama Kang Tarno,” yakinnya. Hmm pedenya.

Benar saja, gayung bersambut. Satu sama lain menyatakan saling suka hingga berlanjut proses pendekatan. Mulai dari jalan-jalan ke mal berdua sampai makan bersama kedua keluarga besar. Merasa ada kecocokan, enam bulan kemudian keduanya sepakat melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan. Singkat cerita, mereka menikah dengan pesta cukup meriah. Rona kebahagiaan terpancar pada wajah keduanya sampai tiba malam pertama. Mengawali rumah tangga, keduanya langssung tinggal di rumah pribadi di kompleks perumahan wilayah Kecamatan Kibin.

Seiring berjalannya waktu, Esih semakin mengenal sifat dan karakter suaminya. Tarno orangnya kurang gaul, lain dengan Esih yang mudah beradaptasi di lingkungan mana pun. Maka, tak heran Esih mempunyai banyak teman dan sering nongkrong di kafe setiap akhir pekan.

“Dia (suami-red) mah di rumah saja. Hari libur juga ngedekem aja di rumah,” keluhnya. Bagus dong, enggak macam-macam.

Bahkan, Tarno juga tak pernah bergaul dengan tetangga. Selama setahun berumah tangga, belum pernah ada teman Tarno yang sengaja main ke rumah. Hanya beberapa karyawan, itu juga sekadar mengantar barang dari kantor yang ketinggalan. “Tapi, bersyukur juga sih, jadi enggak khawatir bakal diselingkuhi,” ujarnya. Eaaaa.

Dua tahun berlalu, Tarno yang pendiam mulai menunjukan tanda-tanda perubahan. Waktu itu keduanya belum dikaruniai buah hati. Tarno sering pulang malam dan mulai sering dikunjungi teman-temannya ke rumah. “Temannya tuh cewek-cowok. Baik sih sama saya juga enggak sombong. Cuma aneh saja tiba-tiba jadi punya banyak teman,” tukasnya. Jangan suuzan dulu, Mbak.

Sampai suatu hari, Esih tak sengaja mendengar obrolan teman-teman suaminya sepintas tentang janda. Nama suaminya bahkan ikut disebut-sebut dan seperti jadi perbincangan hangat hari itu. Ketika Esih datang mendekat teman-teman suaminya untuk menghidangkan air minum, semua terdiam yang membuatnya semakin curiga. Karena penasaran, besoknya Esih pun meminta ketemuan dengan teman perempuan suaminya, sebut saja Ojah, untuk menceritakan soal sosok janda yang sering diperbincangkan.

Awalnya Ojah enggan cerita dan seolah tidak ada apa-apa. Sampai akhirnya, Esih mengeluarkan jurus memohon dan baper agar Ojah mau bercerita. Merasa sesama perempuan, Ojah akhirnya keceplosan kalau suaminya sempat kenal wanita lain. “Akhirnya diceritakan deh kalau Kang Tarno kemarin baru kenalan sama janda anak satu,” kesalnya. Baru kenalan Mbak, memperbanyak silaturahmi tuh bagus.

Saat itu juga, Esih langsung menelepon Tarno untuk segera pulang. Amarahnya tidak bisa dibendung saat suaminya tiba di rumah. Esih langsung menangis sambil teriak-teriak karena tidak terima kalau suaminya main api. Sampai akhirnya, Tarno mengakui kesalahannya dan meminta maaf. “Sebulan kami pisah ranjang,” ungkap Esih. Enggak wik wik dong. “Jelas dong,” timpalnya.

Namun, sejak perpisahan itu keduanya introspeksi diri dan mau kembali rujuk dan tinggal bersama lagi. Tak lama setelah keduanya serumah, Esih pun hamil dan rumah tangga mereka semakin harmonis. “Sekarang alhamdulillah sudah dikaruniai dua anak. Jadi intinya, meski suami kita orang baik, istri mah kudu tetap waspada biar enggak kecolongan,” tandasnya. Siap, semoga langgeng ya. Amin. (mg06/zai/ira)