Usaha Warteg Sepi, Nekat Mudik ke Tegal

Pemeriksaan kendaraan di check point di Jalan MH Thamrin, Kota Tangerang, Jumat (8/5).

TANGERANG-Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Tangerang, masih diwarnai pelanggaran. Salah satunya masyarakat yang nekat pulang kampung.

Seperti yang terlihat di check point di Jalan MH Thamrin, Jumat (8/5). Ada beberapa mobil travel yang nekat mengangkut penumpang yang ingin pulang kampung. Oleh petugas, mobil tersebut diminta untuk kembali.

Kepala Seksi Daltib Dishub Kota Tangerang Haryana mengatakan, sejak diberlakukan PSBB di Kota Tangerang memang banyak sekali mobil travel yang membawa penumpang pulang ke kampung halaman.

“Seperti yang terjadi malam ini (kemarin), ada travel yang ingin menjemput penumpang di Kota Tangerang dengan tujuan Tegal. Mobil ini berasal dari Sunter Jakarta Utara, setelah ketahuan oleh kami, maka kami minta untuk puter balik dan tidak boleh masuk ke Kota Tangerang,” ujarnya di lokasi check point, Jumat (8/5).

Haryana menambahkan, selain mobil travel ada juga mobil yang ada di dalamnya tidak menggunakan masker diminta untuk putar balik. Karena memang di PSBB tahap II ini, tidak ada toleransi lagi dan tidak lagi memberikan imbauan.

“Mobil yang di dalamnya penumpang kedapatan tak menggunakan masker, maka kami suruh pulang lagi dan tidak boleh masuk ke Kota Tangerang. Kendaraan roda dua juga kami minta putar balik,” paparnya.

Sementara itu, Indah Pratiwi salah satu penumpang travel jurusan Tegal mengaku, terpaksa pulang ke Tegal karena sudah tidak bisa berjualan lagi. Saat ini kondisinya sepi.

“Saya berjualan di Sunter, Jakarta. Ini ke Kota Tangerang karena ada penumpang yang ingin dijemput untuk bisa pulang bersama ke Tegal. Tetapi sampai sini kami disuruh pulang kembali ke rumah,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, selama PSBB berlangsung di Jakarta. Warteg yang dia kelola sudah sepi. Karena para pembeli tidak diperbolehkan makan di tempat.

“Sejak adanya virus corona, pelanggan saya jadi menurun. Walaupun sudah tahu adanya larangan mudik, tetapi mau dibilang apa. Kita paksakan saja,” pungkasnya. (asp/rbnn)