Usai Belajar Kelompok, Seorang Pelajar Tewas

Bahroni dan keluarganya kaget dan shock. Bagaikan disambar petir siang bolong, dia mendapat kabar anaknya Re (16), tewas kecelakaan. Kejadiannya di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), depan GOR Baturaja, Jumat (17/3), pukul 17.30 WIB.

Warga Desa Lubuk Batang Baru, Kecamatan Lubuk Batang, OKU, itu tak kuasa menahan tangis saat melihat jasad sang anak terbujur kaku di RSUD dr Ibnu Sutowo Baturaja. “Sudah aku larang bawa motor,” kata Bahroni sembari memeluk tubuh putranya.

Kakak korban, Rizki (18), juga tak kuasa menahan sedih. Siang sebelum kejadian, korban berpamitan hendak belajar kelompok di rumah temannya. Pelajar iu berangkat sekitar pukul 15.00 WIB dari rumah. “Mungkin saat kejadian, dia mau pulang ke rumah,“ ungkapnya seperti dikutip Sumatera Ekspres (Jawa Pos Group), Minggu (19/3).

Korban meninggal dunia setelah sepeda motor Honda Blade BG 3154 FW bertabrakan dengan mobil tronton Nissan T 9162 DC yang disopiri Irwansyah (43), warga Kecamatan Singkut, Jambi.

Pengakuan Irwansyah, saat itu dia mengemudikan mobilnya dari arah Muara Enim menuju Lampung. Di lokasi, berpapasan dengan korban yang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba, korban dan sepeda motornya oleng karena jalan rusak. Laju motor korban melenceng ke kanan.

Spontan, Irwansyah berusaha menghindar dengan banting setir ke kiri. Tapi karena jarak sudah terlalu dekat, ban kanan tronton menghantam motor korban. “Dia terlempar ke kiri jalan,” jelasnya.

Motornya rusak parah, pelajar kelas X salah satu SMA negeri di Baturaja itu tewas di tempat kejadian. Dia mengalami luka di bagian wajah dan kaki kanan. Jasadnya lalu dibawa ke RSUD Ibnu Sutowo untuk visum.

Kasatlantas Polres OKU, AKP Chandra Kirana SIK, didampingi Kanit Laka, Aiptu Andrianto menyatakan, pihaknya telah mengamankan sopir tronton. Sedangkan mobilnya dititipkan di sebuah rumah makan di Jalinsum. “Saat ini sopir tronton itu masih kami mintai keterangan,” tandasnya.(gsm/ce4/nas/JPG)