Usai Pelantikan Presiden dan Wapres, Tiga Kompi Brimob Ditarik dari Jakarta

Ilustrasi (Dite Surendra/Jawa Pos)

SERANG – Tiga kompi atau 300 personel Satbrimobda Banten ditarik dari Jakarta. Ratusan personel tersebut ditarik lantaran kondisi Jakarta dinilai telah kondusif usai unjuk rasa mahasiswa dan pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih Minggu (20/10).

“Sudah ditarik dari Jakarta. Ada 300 personel minus satu orang yang masih di Jakarta lantaran menjadi walpri (pengawal pribadi-red) Ketua DPR RI,” kata Kasat Brimob Polda Banten Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Reeza Herasbudi, Senin (21/10).

Selama bertugas di Jakarta, kendali operasi Brimob asal Banten itu diserahkan kepada Polda Metrojaya. Minggu (20/10) lalu, apel pergeseran pasukan telah dilaksanakan. “Apel pergeseran pasukan kemarin sekaligus mengucapkan terima kasih kepada anggota atas pelaksanaan pengamanan BKO Polda Metro Jaya yang dilaksanakan dengan disiplin,” kata Reeza.

Apel pergeseran pasukan tersebut selain untuk melihat kekuatan dari personel juga bertujuan melihat alutista yang digunakan. “Dalam pengamanan di lapangan, ketika ada kendala, dapat diatasi sesuai dengan prosedur yang ada,” tuturnya.

Dikatakan Reeza, sejumlah personel Brimob mengalami luka saat mengamankan aksi unjuk rasa di Jakarta. Mereka sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Jakarta. “Ada yang mengalami luka-luka, tapi alhamudillah semuanya sekarang sudah baik,” katanya.

Karo Ops Polda Banten Kombes Pol Amiludin Roemtaat mengatakan, pengiriman ratusan personel Brimob Polda Banten tersebut untuk menambah pengamanan Jakarta. Sebab, ada ribuan masyarakat dan mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa dan agenda pelantikan presiden dan wakil presiden. “Untuk menambah kekuatan Jakarta (pengiriman personel-red),” jelas Roemtaat. (mg05/nda/ags)