Usai Salat di Masjid Al A’zhom, Ribuan Warga Nonton Gerhana Bulan

Ilustrasi gerhana bulan. Foto: pixabay.com

TANGERANG – Ribuan warga memenuhi Masjid Al A’zhom Kota Tangerang, tadi malam (31/1). Mereka melaksanakan salat gerhana. Salat diimami Ustad Masduki dan khutbah disampaikan Ketua MUI Kota Tangerang Kiai Edi Junaedi.

”Salat gerhana merupakan fenomena alam yang menjadi salah satu tanda kekuasaan Allah. Dulu adanya gerhana selalu dikaitkan dengan kepercayaan animisme, jadi Nabi Muhammad SAW saat itu meluruskan pemikiran tersebut dengan menganjurkan salat saat ada gerhana,” ujar Edi lewat sambungan telepon, Rabu (31/1).

Edi mengatakan, persiapan salat gerhana telah dilakukan sejak tiga hari. ”Setelah kabar dari BMKG kami langsung menginisiasi adanya kegiatan salat gerhana bulan ini sambil nonton bareng gerhana bulan, dengan menggunakan teropong yang disediakan BMKG,” katanya.

Kepala BMKG Kota Tangerang Teguh Rahayu mengatakan, gerhana bulan super blood blue moon kali ini, terhalang cuaca berawan tebal. ”Ini membuat fenomena gerhana ini jadi sulit terlihat, untuk cuaca diperkirakan awan tebal tensi cuacanya 75 persen berpotensi hujan,” terangnya.

Ia mengatakan, pihaknya sengaja mengadakan nonton bareng gerhana bulan untuk melihat animo masyarakat. Menurutya gerhana bulan ini tidak membahayakan penglihatan. ”Masyarakat tidak perlu menggunakan kacamata atau semacamnya, karena kan ini hanya gerhana bulan total sehingga bisa dilihat dengan mata telanjang,” pungkasnya.

Sekretaris MUI Kota Tangsel Abdul Rojak menjelaskan, sudah mengedarkan surat No 2/SH/MUI-Tangsel/I-2018 perihal imbauan menyelenggarakan salat gerhana bulan sejak beberapa hari yang lalu. Surat imbauan ini sudah disebarluaskan ke berbagai intansi terkait, seperti OPD, pihak swasta, sekolah dan lainnya.

”Imbauan dari Kemenag pusat dan MUI pusat sudah ada sehingga dari MUI Tangsel pun langsung membuat surat disebar ke masjid-masjid, sekolah pemerintah dan majelis-majelis taklim yang ada di wilayah Tangsel,” kata Rojak. (mg-04-mg-17/asp/sub/RBG)