Pisah sambut Kepala KCD Dikbud Banten Wilayah Lebak dari Syargawi kepada A Sirojudin Al-Farisy di kantor KCD Lebak.

LEBAK – Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Provinsi Banten Wilayah Kabupaten Lebak mengimbau kepada siswa SMA dan SMK yang telah mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) untuk tidak melakukan corat-coret dan konvoi kendaraan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Lebih baik, pakaian siswa kelas XII yang telah UNBK diberikan kepada adik kelasnya yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Kepala KCD Dindikbud Banten Wilayah Lebak Ahmad Sirojudin Alfarisy menyatakan, pelaksanaan UNBK di Lebak berjalan lancar. Seluruh siswa yang telah ikut UNBK tidak boleh melakukan kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti corat-coret, konvoi kendaraan, dan kegiatan lain yang dapat mengganggu masyarakat.

“Pakaian yang digunakan siswa kelas XII yang akan lulus diharapkan menyumbangkan atau menghibahkan pakaian seragam sekolah untuk siswa kelas X dan XI yang tidak mampu,” ungkap Sirojudin kepada Radar Banten, Jumat (12/4).

Sekretaris Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Banten ini mengaku, akan komunikasi dan koordinasi langsung dengan sekolah untuk menyamakan persepsi mengenai persoalan ini. Harapannya, sekolah dapat memberikan pemahaman kepada para pelajar di sekolah untuk mencegah aksi corat coret dan konvoi.

“Kita akan langsung komunikasi dengan sekolah jika ada siswanya yang melakukan corat coret dan konvoi. Kita akan panggil sekolah dan orangtuanya,” jelasnya.

Sirojudin mengungkap, pada momen peringatan isra mikraj yang dilaksanakan di KCD Dindikbud Banten Wilayah Lebak ini, pihaknya bakal komunikasi dengan para kepala sekolah dan pengawas untuk mengantisipasi aksi corat coret tersebut.

“Sekarang kan lagi kumpul. Saya pasti akan langsung komunikasikan dengan rekan-rekan kepala sekolah,” jelasnya.(Mastur)