Usai Viral, Pemkot Cilegon Baru Tangani Warga Yang Ngemis Untuk Daftar Masuk SMK

0
1971

CILEGON – Pemerintah Kota (Pemkot) Cilegon menangani persoalan salah satu masyarakat yang mengemis demi mengumpulkan biaya masuk Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Diketahui, sejak Selasa (18/5), kisah Rosdiah yang mengemis demi bisa mendaftarkan anaknya masuk SMK viral di berbagai media.

Selang beberapa jam ramai diberitakan, pemerintah pada Selasa (18/5) malam, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Cilegon Ismatullah, Lurah Masigit Rohimin, dan Lurah Ramanuju Amin Hidayat mendatangi kediaman Rosdiah di Ramanuju.

Kemudian pada Rabu (19/5) pagi, giliran Wakil Walikota Cilegon Sanuji Pentamarta dan Anggota DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta yang mengunjungi rumah perempuan berusia 36 tahun tersebut untuk memberikan bantuan.

“Kita perintahkan untuk bantu, dia (anak Rosdiah) pengen masuk SMK dan Pesantren. Kalau SMK secara umum sudah menjadi kewenangan provinsi, subsidi dari provinsi besar, jadi gak usah bayar, paling biaya hidup saja,” ujar Sanuji, Rabu (19/5).

Sanuji mengakui jika keluarga Rosdiah masuk dalam kategori tidak mampu, karena rumah yang ditempati Rosdiah dan suaminya Gita Bahari (51) hanya sepetak. Sedangkan Suci Ajeng Mulia (16), anak dari Rosdiah dan Gita selama ini tinggal di rumah neneknya di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang.

Agar bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah, Sanuji memerintahkan jajarannya untuk segera mengurus adminsitrasi kependudukan keluarga tersebut, karena kendati tercatat sebagai warga Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, namun Gita tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) karena hilang.

Selanjutnya, keluarga tersebut akan didaftarkan ke Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon sebagai keluarga penerima bantuan sosial.

“Kemudian kadindik ngobrol lebih dalam ke anaknya untuk disekolahkan di mana,” ujarnya. (Bayu Mulyana)