Usulan Tiga Kades Tak Direalisasikan, Musrenbang di Pagelaran Ricuh

Musrenbang kecamatan Pagelaran
Kades Kertasana Uhadi menunjuk pimpinan Musrenbang ketika mendengar kebutuhan pembangunan yang diajukannya tak direalisasikan, kemarin. (Foto: Herman)

PAGELARAN – Musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang dilaksanakan di kantor Kecamatan Pagelaran Kamis (18/2/2016) pukul 11.00 WIB berakhir ricuh. Tiga kepala desa (kades) di kecamatan tersebut, yakni Kades Kertasana Uhadi, Kades Sukadame Ahmad, dan Kades Bulagor Enting menunjuk-nunjuk pimpinan Musrenbang Dadi Suriyadi (pegawai Bappeda) yang didampingi dua anggota DPRD Pandeglang daerah pemilihan (dapil) IV Muhlas Halim dan Dede Sumantri. Perwakilan dari Bappeda itu dinilai tidak berpihak kepada masing-masing warga yang dipimpin ketiganya, lantaran di 2016 tak ada satu pun usulan pembangunan yang direalisasikan.

Dilansir Harian Radar Banten, kericuhan tidak berlangsung lama. Dua anggota DPRD dapil IV Muhlas Halim dan Dede Sumantri berhasil menghentikan kericuhan dan memulainya dengan musrenbang tertutup. “Ya kami merasa tak diperhatikan, dari 13 desa yang ada di Kecamatan Pagelaran, hanya desa kami yang satu usulan pun tidak direalisalikan untuk tahun 2016 ini,” kata Kades Kertasana Uhadi sambil meninggalkan ruangan rapat, kemarin.

Kades Sukadame Ahmad menimpali bahwa Bappeda sangat tidak berpihak, karena tidak ada satu pun usulan pembangunan yang disampaikan di Musrenbang 2015 yang disetujui. “Beda dengan desa lain, sampai ada realisasi pembangunan yang mencapai di atas Rp1 miliar. Sementara, usulan kami yang hanya paving block dan MCK tak ada yang direalisasi,” katanya.

Ditemui usai musrenbang tertutup, Muhlas Halim mengatakan, tidak direalisasikannya usulan pembangunan di tiga desa bukan kesalahan DPRD. Namun, karena usulan tersebut tidak masuk skala prioritas, “Memang ketiga desa tersebut oleh SKPD terkait tak dimasukkan skala prioritas, seperti usulan pembanguan PAUD yang disertai paving blcok contohnya. Tetapi, ke depan ketiga desa tersebut akan kami upayakan diprioritaskan pada perubahan anggaran mendatang,” katanya.

Sayang, perwakilan dari Bappeda Dadi Suriyadi tak bisa dimintai keterangan, lantaran pasca terjadi kericuhan langsung meninggalkan tempat pertemuan. (RB/mg-05/zis/ags)