Ketua KPK Agus Rahardjo (Jawa Pos)

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menyatakan mundur dari jabatannya apabila UU Nomor 30/2002 tentang KPK benar-benar direvisi.

“Saya pribadi bersedia mengundurkan diri kalau revisi ini tetap dilakukan. Saya yang pertama akan mengundurkan diri,” kata Agus Rahardjo di Jakarta, seperti dikutip dari jawapos.com, Minggu (21/2).

Pernyataan tersebut dilontarkan Agus dalam sebuah diskusi ‘Tokoh Lintas Agama Melawan Korupsi’ di Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Minggu (21/2).

Sementara tekait sikap pimpinan KPK lainnya, Agus mengaku belum mengetahui sikap pimpinan KPK yang lainnya. “Harapan kami mudah-mudahan pimpinan lain sikapnya sama (akan mundur). Mari kita ambil langkah yang lebih konkrit sebagai perlawanan, kalau kita dalam kondisi darurat,” tegas mantan kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) itu.

Dukungan terhadap KPK pun terus mengalir. Setelah dari koalisi masyarakat sipil antikorupsi dan para akademisi, kali ini dukungan datang dari tokoh lintas agama.

Para tokoh tersebut menyatakan menolak revisi UU KPK karena substansinya jelas melemahkan lembaga adhoc tersebut. Misalnya, seperti pembentukan dewan pengawas, aturan soal penyadapan, serta penerbitan SP3.

Romo Benny Susetyo menilai revisi UU KPK merupakan permainan politik yang penuh tipu muslihat. Oleh karena itu, sudah saatnya tokoh lintas agama juga menyatakan penolakan terhadap revisi tersebut.

Selain itu, Beny juga menantang pimpinan KPK untuk pasang badan agar revisi tersebut tidak terealisasi. “Pimpinan KPK harus pasang badan kalau UU KPK direvisi, kita mundur dengan seluruh jajaran,” ujar Romo Beny. (put/jpg)