Vaksin Dijaga Ketat, Disimpan di Gudang Farmasi Labkesda

0
1.583 views
Petugas menurunkan vaksin Covid-19 di Gudang Farmasi Labkesda Banten, Kota Serang, Minggu (3/1) malam. Kedatangan vaksin ke Banten dikawal ketat anggota kepolisian.

SERANG – Banten akhirnya menerima vaksin Covid-19, Minggu (3/1). Tahap pertama ini,  vaksin sinovac yang dikirim sebanyak 14.560 vial (tabung silinder terbuat dari kaca).

Setelah tiba di Banten, vaksin langsung disimpan di Gudang Farmasi Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banten, Jalan Syeikh Nawawi, Kelurahan Banjaragung, Kecamatan Cipocokjaya, Kota Serang.

Dua polisi bersenjata lengkap menjaga gudang Farmasi Labkesda Banten tempat penyimpanan vaksin Covid-19, Minggu (3/1) malam.

Kanit Patroli Satlantas Polres Serang Kota Inspektur Polisi Dua (Ipda) Ade Komarudin mengatakan, vaksin Covid-19 keluar dari pintu Tol Serang Timur sekira pukul 19.45 WIB. Vaksin itu diberangkatkan dari Bio Farma Bandung, Jawa Barat. “Tadi (semalam-red) sudah melewati gerbang Tol Serang Timur pukul 19.45 WIB, ” kata Ade saat ditemui Radar Banten di pintu Tol Serang Timur, Minggu (3/1) malam.

Kendaraan yang membawa vaksin mendapat pengawalan ketat dari Mabes Polri. Pihak Polres Serang Kota dan Polda Banten turut dikerahkan untuk mengamankan jalur.

“Kita turut mengamankan jalur yang dilewati kendaraan yang mengangkut vaksin agar lancar. Dari Satlantas Polres Serang kota personel yang dikerahkan ada 10 orang. Dari raicet (pengurai macet-red) Ditlantas Polda Banten sekitar 20 personel,” kata Ade.

Ade mengatakan, tidak ada hambatan selama perjalanan dari Bandung menuju gudang Farmasi Labkesda Banten di Kota Serang. “Alhamdulillah dari Bandung sampai Serang lancar. Untuk saat ini vaksin berada di gudang farmasi. Di sana (gudang farmasi-red) ada penjagaan dari kita (Polres Serang Kota-red) dan dari Brimob juga ada, ” tutur Ade

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Banten dr Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, pendistribusian vaksin tahap pertama dilakukan pemerintah pusat pada Minggu (3/1) ke 34 provinsi termasuk Banten.

 “Alhamdulillah vaksin untuk Banten mendapatkan 14.560 vial (tabung silinder terbuat dari kaca),” kata Ati saat dikonfirmasi, Minggu (3/1).

Ia melanjutkan, vaksin covid tahap pertama diprioritaskan untuk tenaga kesehatan se-Banten yang akan digunakan mulai 22 Januari 2021. “Sebelum digunakan, vaksin disimpan di Gudang Farmasi Labkesda Banten. Di sana aman karena ada ruangan khusus (cool room),” ujarnya.

Ati menambahkan, program vaksinasi gratis tahap pertama diberikan untuk 43 ribu tenaga kesehatan (nakes) serentak pada 22 Januari 2021. “Vaksinasi dilakukan di seluruh rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Sedangkan tahap kedua diberikan untuk 250 ribu orang yang akan diberikan kepada petugas pelayanan publik dan mereka yang menerima peserta BPJS,” urainya.

Namun, kata dia, tidak semua nakes akan divaksin. Lantaran, sebelum divaksin, seluruh nakes di delapan kabupaten kota akan mengisi aplikasi terkait kesehatan masing-masing. Apabila memiliki komorbid atau penyakit penyerta, para nakes tidak dapat divaksin.

Setelah nakes, Ati mengungkapkan, Banten akan kembali mendapatkan distribusi vaksin tahap dua sebanyak 250 ribu yang diperuntukkan bagi pelayan publik. Selain itu, para peserta jaminan kesehatan nasional (JKN) sebanyak tiga juta orang juga akan mendapatkan vaksin secara gratis. Namun, ia memperkirakan, dari tiga juta orang peserta JKN, hanya 1,5 juta orang yang dapat divaksin. “Karena yang memiliki komorbid, ibu hamil, dan anak-anak tidak bisa,” terangnya.

Ati menerangkan, dari 12 juta penduduk Banten, tidak semuanya dapat divaksin. Pemerintah pusat telah memiliki data masyarakat yang dapat divaksin. Anak-anak dan lanjut usia belum dapat divaksin lantaran hingga saat ini belum ada uji klinis terhadap mereka.

Kata dia, nantinya vaksinasi Covid-19 dapat dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan.

Berdasarkan hasil rapat koordinasi dengan Menteri Kesehatan RI sebelum cuti bersama tahun baru, Ati mengatakan, pemerintah pusat akan menggratiskan seluruh biaya vaksinasi. “Mulai dari vaksin, logistik, sampai biaya operasional. Gratis total,” ujarnya.

Meskipun begitu, ia meminta kepada masyarakat untuk tetap menerapkan protokol kesehatan. Biasanya sepuluh sampai 14 hari setelah libur panjang, ada peningkatan kasus konfirmasi Covid-19. Pihaknya akan terus menambah kapasitas rumah sakit, baik milik pemerintah maupun swasta. Hanya saja, yang masih menjadi kendala adalah perekrutan nakes yang akan melayani pasien Covid-19.

Sementara itu, Gubernur Banten Wahidin Halim juga mengaku belum ada kepastian anggaran vaksinasi dari pemerintah pusat. Meskipun begitu, pria yang akrab disapa WH ini mengungkapkan, Pemprov Banten telah mengalokasikan anggaran bantuan tak terduga (BTT) yang dapat digunakan untuk program vaksinasi. “Kami juga masih menunggu informasi dari pemerintah pusat,” tuturnya.

SIAPKAN 20 MILIAR

Terpisah, Ketua DPRD Banten Andra Soni menyambut baik proses distribusi vaksin covid-19 tahap pertama. Menurutnya, masyarakat Banten sudah menunggu sejak akhir Desember 2020 terkait kepastian program vaksinasi.

“Kita berharap awal tahun ini program vaksinasi berjalan efektif, yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan pada tahap pertama,” katanya.

Andra menambahkan, Pemprov Banten juga sudah mengalokasikan anggaran Rp20 miliar untuk menyukseskan program vaksinasi gratis di delapan kabupaten kota. “Vaksin covid sudah mulai didistribusikan, tapi ini tidak berarti masyarakat Banten abai terhadap protokol kesehatan,” pungkasnya. (den-nna-mg05/alt)