Vaksin Lolos Uji Klinis

0
377 views

JAKARTA – Saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sedang fokus untuk menyelesaikan peta jalan atau roadmap Vaksinasi Covid-19. Roadmap ini akan menjadi panduan dalam tahapan vaksinasi termasuk panduan yang mengatur tentang penerima vaksin, jadwal vaksin dan alur distribusi vaksin.

Selagi roadmap sedang dalam tahap finalisasi, Wiku mengakui masih mendapati pemberitaan dan informasi simpang siur seputar vaksin. “Saya ingin mengimbau agar masyarakat tidak resah dan khawatir, karena pemerintah pasti akan menyediakan vaksin yang terbukti aman dan lolos uji klinis sesuai rekomendasi WHO (World Health Organization),” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito melalui keterangan pers secara daring pada Kamis (5/11).

Sampai saat ini, kata Wiku, WHO optimistis bahwa para peneliti akan mampu mengembangkan vaksin Covid-19 yang aman dan efektif. Ada beragam jenis vaksin potensial yang sedang dikembangkan di berbagai belahan dunia dan telah masuk uji klinis fase ketiga dan banyak masyarakat menaruh harapan terhadap ketersediaan vaksin.

Pemerintah saat ini tengah mengakselerasi persiapan logistik dan SDM untuk persiapan vaksin Covid-19. Pendistribusian vaksin akan disesuaikan dengan urutan prioritas seperti kelompok berisiko serta penduduk dengan risiko wilayahnya.

“Meski demikian kami berharap tidak semata-mata menunggu vaksin dan mengabaikan protokol kesehatan. Untuk saat ini, taat protokol kesehatan adalah satu-satunya jalan terhindar dari Covid-19,” pesan Wiku.

Sementara itu di Provinsi Banten, Pemprov Banten memastikan program vaksinasi Covid-19 dimulai Desember 2020. Namun demi aspek keamanan, anak-anak dan lanjut usia (lansia) tidak diprioritaskan.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengungkapkan, sesuai keputusan pemerintah pusat, tahap pertama program vaksinasi diprioritaskan untuk kelompok orang yang berisiko tinggi tertular covid di antaranya tenaga medis, TNI/Polri, dan petugas garda depan lainnya. Setelah itu diperuntukkan bagi masyarakat umum dalam batasan usia 18 hingga 59 tahun.

“November ini dilakukan pendataan dulu, Desember baru dilaksanakan vaksinasi tahap pertama,” ujar Wahidin usai rapat paripurna di DPRD Banten, Rabu (4/11).

Ia melanjutkan, pendataan jumlah sasaran penerima vaksinasi tahap pertama perlu dilakukan lantaran distribusi vaksin dari pusat ke daerah dilakukan bertahap. Dinas Kesehatan (Dinkes) provinsi telah meminta Dinkes Kabupaten/Kota untuk segera menyerahkan data calon penerima vaksinasi tahap pertama.

“Banten akan mendapatkan delapan juta lebih vaksin, untuk tahap pertama diprioritaskan untuk tenaga medis, TNI/Polri, Satpol PP, pejabat publik, anggota Dewan, baru Gubernur belakangan,” tuturnya.

Terkait kebutuhan vaksin di Banten, Wahidin mengaku masih terbuka peluang untuk mengajukan tambahan vaksin. “Ya kalau masih ada yang mau, nanti kita ajukan penambahan. Saya enggak tahu wartawan masuk kelompok yang didahulukan atau belakangan,” selorohnya.

Prinsipnya, kata Wahidin, program vaksinasi merupakan bagian dari upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Sehingga Banten bisa segera zona hijau penyebaran covid. “Saat ini Banten tidak masuk dalam daftar 10 provinsi dengan kasus covid terbanyak. Namun Banten berada di zona orange atau daerah berisiko sedang,” ujarnya.

Terpisah, Kepala Dinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengungkapkan, pendistribusian vaksin tahap pertama dari Kemenkes ke Dinkes Banten disesuaikan dengan jumlah calon penerima vaksinasi tahap pertama. “Saat ini masih proses pendataan di Dinkes kabupaten/kota. Setelah datanya divalidasi baru diajukan ke Kemenkes,” ujarnya.

Ia melanjutkan, Dinkes Banten menunggu data dari kabupaten/kota hingga 11 November. Selain mendata kelompok orang yang berisiko tinggi tertular covid sebagai sasaran vaksinasi tahap pertama, kabupaten/kota juga harus melaporkan jumlah pos pelayanan vaksin, jumlah tenaga kesehatan dan kader pelaksana vaksinasi, serta jumlah coldbox n coldchain.

“Kami sudah melakukan permintaan microplanning pelaksanaan vaksinasi kepada kabupaten/kota melalui dinas kesehatan masing-masing,” ungkapnya.

Setelah menerima data dari kabupaten/kota, selanjutnya Dinkes Banten melakukan rekapitulasi dan validasi microplaning pada 12-16 November. “Kami targetkan 17 November data jumlah sasaran vaksinasi tahap pertama di Banten sudah diserahkan ke Kemenkes,” tegasnya.

Terkait anak-anak dan lansia, Ati mengatakan tidak diprioritaskan untuk divaksin lantaran vaksin yang ada hanya diperuntukkan bagi usia 18-59 tahun.

“Untuk vaksin anak-anak dan lansia masih menunggu perkembangan,” tuturnya.

Sesuai arahan Gubernur dan Wakil Gubernur, distribusi vaksin diharapkan sudah mulai dilakukan akhir November sehingga Desember sudah dilaksanakan vaksinasi tahap pertama. “Harapan kita semua, tenaga medis, TNI/Polri dan petugas digarda terdepan lainnya sudah bisa divaksin di Desember. Sehingga tahap kedua bisa dlakukan awal tahun depan,” pungkas Ati. (*/den/air)