Vaksin Tingkatkan Imunitas

0
447 views
Warga beraktivitas dengan menggunakan masker, di Alun-alun Barat Kota Serang, Jumat (13/11). Masyarakat masih perlu beradaptasi dengan kebiasaan baru menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitasnya sehari-hari.

JAKARTA – Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan tren membaik. Hal ini pun memberikan optimisme tinggi bagi masyarakat dalam melewati masa pandemi Covid-19.

Dilansir dari berbagai survei seperti IPSOS hingga Nielsen, masyarakat Indonesia diketahui paling optimistis dalam menghadapi pandemi Covid-19 di Asia Tenggara. Hal ini tak lepas dari tingginya angka kesembuhan di dalam negeri. 

Recovery rate (rasio kesembuhan) dari seluruh total kasus Covid-19 mencapai 82.84%. Angka sembuh dan selesai isolasi Covid-19 meningkat dibandingkan sebelumnya, yaitu 80.51%”, ujar dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Satgas Covid-19 dalam acara Dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) dengan tema “Antara Pengobatan dan Pencegahan: Pilih Mana?”.

Keseriusan pemerintah dalam menangani pasien Covid-19 juga terlihat dari suplai obat penanganan yang terus terdistribusi dengan cukup. Dengan tujuan meningkatkan rasio kesembuhan, mulai  4 November, obat penanganan Covid-19 ini sudah didistribusikan ke-34 Dinas Kesehatan Provinsi dan 779 rumah sakit di seluruh Indonesia. Pemerintah juga terus melakukan pemenuhan suplai obat penanganan Covid-19 hingga bulan Desember 2020. Jumlah tenaga medis pun mencapai 300 ribu orang yang bekerja di rumah sakit rujukan Covid-19 di seluruh Indonesia.

Gia Pratama Putra, dokter Kepala Instalasi Gawat Darurat salah satu rumah sakit di Jakarta, dalam kesempatan yang sama, menyatakan bahwa setidaknya ada tiga fase yang harus dihadapinya hampir setiap hari dalam menangani pasien Covid-19. Fase pertama yakni, meyakinkan pasien positif bahwa penyakit ini bisa dilalui. “Keyakinan akan kesembuhan adalah 50% kesembuhan. Virus ini sebenarnya bisa kalah dengan daya tahan tubuh kita sendiri. Jadi biarkanlah bapak ibu, tidak usah fokus pada penyakitnya. Biarkan dokter-dokter kita yang fokus pada penyakitnya. Bapak ibu fokuslah menjaga diri dan kesehatan,” ungkapnya.

Fase kedua, adalah saat pasien harus diisolasi sehingga tidak boleh bertemu dengan keluarga ataupun teman. Sebagai tenaga kesehatan, dokter harus terus berkunjung menyemangati para pasien dan berperan sebagai keluarga kedua pasien Covid-19. Setelah itu memasuki fase ketiga terdapat dua kemungkinan. Kemungkinan pertama, adalah kesembuhan pasien. Sementara kemungkinan kedua adalah hasil yang tidak diinginkan yakni, meninggalnya pasien.

Mengobati memang penting, namun mencegah lebih baik. Itulah yang Gia sering imbau kepada setiap orang, baik langsung kepada pasiennya atau melalui media sosial. (*/air)