Vaksinasi Covid-19: Syafrudin-Subadri Gagal, Sekda Pucat

0
1900
Walikota Serang Syafrudin melakukan pemeriksaan sebelum vaksinasi, di RSUD Kota Serang, Selasa (9/2). Syafrudin gagal menerima vaksin karena kendala kesehatan.

SERANG–Walikota Syafrudin bersama Wakilnya Subadri Ushuludin gagal menjalani vaksinasi di RSUD Kota Serang, Selasa (9/2). Soalnya, keduanya memiliki terkendala kesehatan.

Selain Syafrudin dan Subadri,  Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang juga menjadwalkan vaksinasi terhadap Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang Nanang Saefudin, dan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Wachyu B Kristiawan.

Sebelumnya, Syafrudin di Kabupaten Tangerang tak jadi divaksin. Penyebabnya, tensi darah naik saat skrining.

Kali ini, Syafrudin gagal lantaran tensi gula darahnya di atas rata-rata. Sedangkan Subadri tak dapat divaksin lantaran memiliki riwayat penyakit jantung pada 2019 lalu.

Diketahui, ada beberapa kormobid atau penyakit penyerta yang tak direkomendasikan untuk  menjalani vaksinasi. Di antaranya,  penyakit autoimun sistemik, sindroma hiper IgE, infeksi akut, penyakit ginjal kronis, hipertensi, gagal jantung, jantung koroner, reumatik autoimun, gastrointestinal, hipertiroid, kanker, dan hematologi onkologi.

Berbeda dengan Nanang Saefudin. Sekda Kota Serang itu terlihat pucat saat menjalani tahapan pemeriksaan mulai dari meja pertama untuk registrasi hingga skrining.

Vaksinator pun sempat menegur Nanang lantaran bagian ototnya kencang tanda tak santai. Dia berusaha mengalihkan perhatiannya sembari sesekali berseloroh dengan awak media di ruangan pemberian vaksin.

“Kalau Pak Wali hasil pemeriksaan kesehatannya gula darah tinggi, Pak Wakil ada riwayat jantung koroner. Jadi, tidak bisa diberikan vaksin. Kalau Pak Sekda dan Pak Budi (Kepala BPKAD) tadi sudah divaksin,” ungkap Kepala Dinkes Kota Serang M Ikbal kepada wartawan.

Kata Ikbal, tensi darah Syafrudin 130/86 atau normal. Namun, pengecekan gula darah, hasilnya 290. “Jadi, ditunda dulu dalam waktu satu Minggu sampai 10 hari ke depan. Setelah gula darah normal, nanti kita jadwal ulang,” kata Ikbal.

Sementara itu, Syafrudin mengaku tak sabar ingin menjalani vaksin Covid-19. “Jadi, gak bisa divaksin saya hari ini (kemarin-red). Berarti sudah dua kali saya gagal divaksin. Pertama waktu di Tangerang, yang kedua hari ini,” katanya.

Menurut Syafrudin, dokter menyarankan agar mengatur pola makan, dan waktu istirahat.“Sebenarnya saya pengen segera divaksin,” terangnya.

Di lokasi yang sama, Subadri mengakui dirinya memiliki riwayat penyakit jantung koroner. Padahal pada saat pemeriksaan tensi darahnya dinyatakan normal 125/86. “Saya masih mengkonsumsi obat pengencer darah, kolesterol, dan lain-lain, karena saya punya riwayat penyakit jantung koroner dari tahun 2019. Halangannya cuman itu,” katanya.

“Padahal jujur, awalnya saya sudah senang hari ini (kemarin-red), saya mau divaksin. Tak pikir hasil tes kemarin saya bisa divaksin, gak taunya gak bisa,” tambah Subadri.

Kata Subadri, saat ini, belum ada vaksin Covid-19 yang aman bagi pasien yang memiliki riwayat jantung koroner. “Jadi belum bisa, kali aja nanti ada vaksin yang berbeda khusus untuk Haji Badri. Bisa saya. Ada kemungkinan bisa ada vaksin lain,” selorohnya.

Terpisah, Sekda Kota Serang Nanang Saefudin mengaku sempat tegang saat menjalani vaksinasi. “Jujur aja tadi tegang. Karena dilihat temen-temen wartawan. Tadi kata wartawan ada yang becandain saya muka saya pucat, padahal bukan pucat memang muka saya agak putih,” kilahnya seraya tertawa. (fdr/nda)