Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Kota Cilegon, Banyak Nakes Tak Hadir saat Disuntik

0
1267
VAKSINASI: Vaksinator melakukan vaksinasi kepada tenaga kesehatan, di RSUD Kota Cilegon, Senin (25/1). Lebih dari 500 tenaga kesehatan di Kota Cilegon akan menerima vaksinasi. (FOTO: QODRAT/RADAR BANTEN)

VAKSINASI atau pemberian vaksin Covid-19 terhadap tenaga kesehatan (Nakes) di Kota Cilegon telah dimulai pada Senin (25/1). Dari 315 Nakes, sebanyak 128 Nakes diundur vaksinsinya karena tidak hadir, tensi darah tinggi, dan alasan lainnya.

Pantauan wartawan, Selasa (26/1), Walikota Cilegon Edi Ariadi bersama wakilnya Ratu Ati Marliati memantau pelaksanaan pemberian vaksin di RSUD Cilegon. Selain nakes, pemberian vaksin juga dilakukan terhadap Kapolres Cilegon, Dandim 0623 Cilegon dan Kasi Pidsus Kejari Cilegon, serta Wakil Walikota dan para pejabat Pemkot Cilegon. Walikota tidak divaksin, karena terbentur usia maksimal penerima vaksin.

Plt Kadinkes Cilegon, Dana Sujaksani menyampaikan, dari data yang diperolehnya, total ada 315 nakes di Kota Cilegon, yang mendapat jatah vaksin, dan 128 orang dilakukan penundaan.

Sementara data vaksinasi Nakes yang dilakukan pada Selasa (26/1), kata Dana, belum masuk.

“Sementara yang ditunda 58 orang, dan tidak hadir 28 orang. Untuk data hari ini (Selasa, 26/1) belum masuk,” katanya kepada Banten Raya, Selasa (26/1).

Dana menyampaikan, vaksin juga diberikan kepada anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Cilegon. Mobilitas yang tinggi anggota Forkopimda menjadi alasan utama pemberian vaksin.

“Tadi Pak Dandim, Kapolres, dan semua dari Forkopimda ramai-ramai melakukan vaksinasi. Selepas Forkopimda, nantinya ASN di Satpol PP (Dinas Satuan Polisi Pamong Praja) dan Dishub (Dinas Perhubungan) akan dilakukan vaksinasi dan terus sampai tiba waktunya masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Walikota Cilegon Edi Ariadi mengungkapkan, vaksinasi untuk Forkopimda diharapkan bisa menghilangkan opini negatif tentang vaksinasi di masyarakat.

Kata Walikota, vaksin Sinovac aman digunakan untuk masyarakat.

“Sebagai contoh di masyarakat. Sebab, banyak isu yang negatif berkembang soal vaksinasi ini. Ini bukti kalau aman digunakan, sehingga Pak Dandim, Pak Kapolres, Pak Asda semua sudah divaksin dan Insya Allah semua sehat-sehat saja,” tuturnya.

Dandim 0623/Cilegon Letkol Inf Ageng Wahyu Romadhon mengaku, dirinya tidak merasakan efek apapun sesaat divaksin. Ia berharap, vaksin tersebut aman. “Aman kok. Enggak ada efek apa-apa. Sehat-sehat aja kan,” ucapnya.

Ageng menambahkan, kendati vaksin tersebut gratis dari pemerintah, warga tidak boleh takut atau menolak untuk divaksin.  “Tujuan pemerintah baik, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kota Cilegon,” pungkasnya. (rbnn/air)