Valencia vs Arsenal: Tak Hanya The Reds

(GLYN KIRK / AFP)

VALENCIA – “Jadi, kami juga akan melakukannya,” begitu yang dituliskan akun Twitter resmi Valencia berbahasa Inggris, @valenciacf_en. Cuitan itu muncul sesaat setelah sukses comeback Liverpool membalikkan ketinggalan 0-3 pada leg pertama semifinal Liga Champions dengan 4-0 saat leg kedua di Anfield, Liverpool, Rabu dini hari kemarin WIB (8/5).

Jadi, apakah Valencia mampu membalikkan defisit dua gol kekalahan 1-3 lawan Arsenal, dalam leg kedua di Mestalla, Valencia, dini hari nanti WIB (Siaran langsung RCTI pukul 02.00 WIB). “Saya selalu berharap melakukannya kembali di Mestalla,” ucap bomber Valencia, Kevin Gameiro, dalam wawancara kepada Super Deportes.

Ya, soal pengalaman remontada (comeback), serahkan ke Gameiro. Dia memiliki momen indah ketika sukses membawa Sevilla lolos ke final Liga Europa 2013-2014 dengan dramatis. Uniknya, itu terjadi di Mestalla dan melawan Valencia. Ceritanya, Sevilla yang sudah leading 2 gol dari leg pertama, ketinggalan tiga gol sampai menit-menit akhir.

Dan, berawal dari passing-nya, Federico Fazio memberi header assist ke Stephane Mbia yang kemudian berbuah gol. Dramatisnya, itu terjadi di menit keempat injury time. Uniknya, di bench Sevilla ketika itu adalah Unai Emery pelatihnya yang sekarang di belakang The Gunners, julukan Arsenal.

Los Ches, julukan Valencia, punya keunggulan dari satu gol tandang. Makanya, Valencia butuh menang 2-0 untuk memastikan tiket lolos ke final di Baku. Gameiro menyebut, butuh gol cepat untuk menundukkan Arsenal.

“Itu tak mudah. Atmosfer semifinal Liga Europa tidak sama dengan laga-laga biasa. Anda butuh main lebih kuat dan memainkan sepak bola kami,” katanya.

Selain faktor pengalaman Gameiro, faktor luck juga selalu susah didapat Emery tiap kali datang ke sana. Terutama sejak dia menjadi entrenador Los Nervionenses, julukan Sevilla. Dari musim 2013-2014, dia cuma menonton klub asuhannya menelan kekalahan. Bahkan, tiga dari empat kekalahan Emery di sana skornya mirip, 1-3. Skor yang sama seperti pada leg pertama.

Hanya kekalahan pada jornada 32 La Liga yang berbeda. Saat itu, Sevilla hanya keok 1-2. Dikutip situs resmi klub, pelatih Valencia Marcelino Garcia Toral meminta skuadnya tak lagi kemasukan. Di Liga Europa, Dani Parejo dkk baru kemasukan satu gol di kandang. “Kami akan main melawan dua bomber top (Pierre-Emerick Aubameyang dan Alexandre Lacazette), sedikit saja kesalahan akan menghukum kalian,” warning Marcelino.

Mestalla akan memberikan handicap Emery untuk kembali merasakan final Liga Europa keempatnya. Karena itu, dalam wawancara kepada Sky Sports, pelatih 47 tahun tersebut enggan menjadikan Liga Europa sebagai jalan menuju ke Liga Champions musim depan. “Karena, saya tahu Valencia selalu menyulitkan,” ungkapnya.

Penjaga gawang Arsenal, Petr Cech, juga tidak ingin melewatkan kesempatan merasakan atmosfer final Liga Europa. Cech pernah merasakannya ketika masih membela Chelsea, di final 2012-2013. Terlebih, musim ini adalah musim terakhirnya mengenakan jersey merah Arsenal. “Seperti yang selalu saya katakan dan selalu saya harapkan. Laga terakhir saya untuk Arsenal di Baku (final Liga Europa),” harap penjaga gawang berusia 36 tahun itu. (jpg/ibm/ira)