Valentine, Remaja dan Perilaku Mesum

0
504 views
Ilustrasi (pixabay.com)

VALENTINE erat kaitannya dengan perilaku menyimpang remaja. Simbol kasih sayang sering diungkapkan para remaja dengan cara yang salah. Pesta seks, narkoba, dan minuman keras sering mewarnai sisi gelap perayaan Valentine.

Hal itu ditandai meningkatnya penjualan kondom dan pemesanan kamar hotel atau losmen kelas melati oleh remaja. Tujuannya hanya untuk membuktikan rasa cinta kepada kekasihnya.

Psikolog Anak dan Remaja Universitas Indonesia (UI) Vera Itabiliana Hadiwidjojo mengatakan, usia remaja diwarnai juga dengan pengaruh hormon pertumbuhan yang mengubah remaja secara fisik dan emosi dalam menyiapkan mereka jadi individu dewasa. Salah satu hormon tersebut ada libido yang mempengaruhi dorongan seksual.

“Hal ini dapat dikontrol dengan aktivitas fisik yang cukup disertai pendidikan seks dan penanaman nilai agama yang kuat,” tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (13/2).

Antisipasinya, kata Vera, perlu peran aktif dari orang tua, sekolah dan lingkungan masyarakat sekitar untuk sama-sama mengawasi jika ada yang melewati batas kewajaran. Meski dilarang, para remaja seringkali melakukannya secara sembunyi-sembunyi

“Boleh saja diizinkan dengan pengawasan, misalnya ada orang tua yang menjadi chaperon atau wali saat acara berlangsung,” katanya.

Cara lainnya, lanjutnya, akan lebih baik jika pengusaha bisnis juga menyadari bahwa mereka juga punya tanggung jawab sosial terhadap pembentukan generasi muda yang lebih baik. Misalnya, beberapa tahun lalu sempat ada temuan produk cokelat dengan hadiah kondom sebagai promo Valentine.

“Pengusaha bisnis harus memahami tanggung jawab sosial. Pemerintah juga boleh saja memberi sanksi tapi fungsi pengawasan atau pencegahan akan jauh lebih penting,” tegasnya. (cr1/JPG)