Dua orang warga dan satu anggota Polres Serang Kota memberikan keterangan dalam sidang lanjutan dengan terdakwa Aisyah Tusalamah Biduri Intani di Pengadilan Negeri Serang, Selasa (29/1).

SERANG- Unggahan video Tusalamah Biduri Intani alias Ratu Ubur-ubur Aisyah membuat resah warga Lingkungan Sayabulu, Kelurahan Serang, Kecamatan Serang, Kota Serang. Dengan alasan meresahkan, keluarga Aisyah ditolak warga kembali ke rumah.

Hal itu terungkap di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (29/1). “Saya memang tidak melihat video di HP (handphone) secara langsung. Tapi, warga sangat resah dengan adanya unggahan Aisyah di Facebook. Makanya, warga melaporkan ke saya lalu saya lapor ke polisi,” kata Ketua RT setempat Surya Saputra di hadapan majelis hakim yang diketuai Erwantoni.

Surya Saputra dihadirkan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Serang Edwar untuk terdakwa Aisyah. Selain Surya, dihadirkan dua orang saksi lain. Yakni, Muhammad Samsul Hajar, tetangga terdakwa dan Aprianto, anggota Reskrim Polres Serang Kota. “Kita kan resah dengan video tersebut. Makanya, warga dengan ramai-ramai mendatangi kediaman Aisyah pada bulan Agustus 2018 lalu,” jelas Surya.

Oleh karena itu, masyarakat sepakat menolak keberadaan keluarga Aisyah untuk tinggal di Lingkungan Sayabulu, Kota Serang. “Bukan hanya satu RT saja yang menandatangani, bahkan satu RW 07 yang menolak keluarga Aisyah tinggal di lingkungan kami,” kata Surya.

Muhammad Samsul Hajar mengaku, sebelum video tersebut ramai dibicarakan warga, video berisi ujaran kebencian tersebut lebih dahulu pernah dilihatnya.
“Kalau tidak salah, saya sudah lihat satu video yang diunggah di Facebook Aisyah dengan akun Muhamad Syah Ash dan Sin Shima Syaba (Musa M one) pada bulan Juli 2018,” beber Samsul.

Samsul mengaku, video terdakwa sempat membuat geram warga di medsos. Aisyah dituding sesat. “Banyak komentar-komentar pedas kepada Aisyah seperti itu mah ajaran sesat, dan bahkan ada yang menantang Aisyah untuk berdebat,” kata Samsul.

Samsul mengaku, beberapa kali melihat kediaman Aisyah didatangi tamu. Namun, dia tidak menaruh curiga lantaran suami Aisyah berprofesi sebagai paranormal. “Mungkin itu tamu suaminya, tapi tamu itu pulangnya larut malam terus,” ungkap Samsul.

Semetara itu, Aprianto mengaku sempat memeriksa akun Facebook milik Aisyah. Setelah diperiksa, Aprianto mendatangi lokasi kejadian. “Setelah saya lihat, langsung saya laporan ke atasan saya, dan mendatangi TKP,” ujar Danifik.

Saat akan diamankan, Aprianto mengaku melihat sepuluh orang yang sedang bertamu di kediaman Aisyah.

“Saya tidak tanya secara detail. Namun, hanya secara umum saja saya bertanya kepada salah seorang yang bertamu ke rumah Aisyah, hanya silaturahmi saja,” kata Aprianto.

Usai mendengarkan keterangan saksi, Aisyah mengakui warga yang berdatangan ke rumahnya untuk bertemu dengan suaminya. “Bukan tamu saya, melainkan tamu suami saya, ngobrol juga dengan suami saya, bukan dengan saya,” kata Aisyah. (Adi M/Merwanda)