Wabup Minta Warga Waspada Terhadap Ancaman Ombak Tinggi

Wakil Bupati Ade Sumardi (kiri) bersama sejumlah kepala OPD di Kabupaten Lebak meninjau lokasi bencana banjir rob yang berada di Pasir Putih, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara, Sabtu (28/7).

CIHARA – Wakil Bupati (Wabup) Ade Sumardi meninjau korban banjir rob di Pantai Pasir Putih, Desa Ciparahu, Kecamatan Cihara pada Sabtu (28/7). Wabup meminta kepada masyarakat di wilayah itu untuk tetap waspada terhadap ancaman ombak tinggi di perairan Lebak Selatan.

“Bencana ombak tinggi yang menerjang bangunan masyarakat di tepi Pantai Pasir Putih cukup memprihatinkan. Bangunan banyak yang ambruk dan tidak bisa digunakan lagi untuk berteduh serta berusaha,” kata Ade Sumardi di sela-sela kunjungannya ke Lebak Selatan.

Politikus PDI Perjuangan itu berharap agar para korban bencana ombak tinggi itu bisa kembali menata kehidupannya. Terus bangkit dan tidak pernah putus asa. “Saya ingin melihat langsung dampak ombak tinggi yang menerjang bangunan di pesisir Lebak Selatan,” jelasnya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi mengungkap, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperpanjang masa cuaca ekstrem di Lebak hingga 3 Agustus 2018. Dia berharap, masyarakat di pesisir pantai, khususnya para nelayan, tetap waspada terhadap ancaman gelombang tinggi dan angin kencang di wilayah Kabupaten Lebak. Walaupun, secara umum kondisi Lebak tetap aman dan kondusif.

“Masyarakat yang akan berlibur ke objek wisata pantai di Lebak Selatan harus tetap waspada. Sekarang kondisi ombak sudah landai. Tapi, cuaca bisa berubah dengan cepat. Karenanya, jangan berenang terlalu ke tengah. Patuhi arahan dari petugas pantai di lapangan,” ujarnya.

Ditanya soal bantuan untuk korban banjir rob atau gelombang tinggi yang menerjang pesisir pantai Lebak Selatan, Kaprawi menyatakan, telah menyampaikan data rumah yang rusak kepada bupati dan wakil bupati Lebak. Total ada 47 rumah warga yang rusak akibat terjangan ombak tinggi pada Rabu (25/7) lalu. 47 rumah yang rusak berat itu tersebar di empat kecamatan, yakni Cilograng, Bayah, Panggarangan, dan Kecamatan Cihara.

“Kita prioritaskan bantuan untuk bangunan rumah yang rusak parah di empat kecamatan. Semoga, besok (hari ini-red) usulan bantuan untuk pembangunan kembali rumah korban ombak besar di Lebak Selatan disetujui,” paparnya.

Terpisah, Ahmad Hadi, Kepala Sub Bagian Tata Usaha TPI Binuangen menyatakan, para nelayan di wilayah Lebak Selatan sudah mulai pergi melaut. Kondisi ombak sudah normal kembali. Tapi, pihaknya tetap meminta kepada nelayan untuk berhati-hati karena cuaca ekstrem masih akan terjadi sampai 3 Agustus 2018. “Sekarang, nelayan sudah kembali melaut,” katanya. (Mastur/RBG)