Wabup Tanto Minta Penarikan Pajak Dioptimalkan

PANDEGLANG – Wakil Bupati (Wabup) Pandeglang Tanto Warsono Arban meminta agar Badan Pelayanan Pajak Daerah (BP2D) Kabupaten Pandeglang terus mengoptimalkan penarikan pajak. Tindakan itu penting dilakukan, agar Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Pandeglang terus bertambah setiap tahunnya.

Menurut Tanto, setiap tahun penarikan retribusi pajak daerah terus meningkat. Akan tetapi, kata dia, masih ada beberapa sektor pajak yang penarikan retribusinya masih belum optimal. “Potensi pendapatan di sektor pajak harus terus kita tingkatkan. Memang pertumbuhan pendapatan pajak setiap tahun mengalami peningkatan, akan tetapi dari nilai atau besarannya masih kurang. Makanya, ke depan perlu adanya pembenahan dan evaluasi dari hasil kajian yang sudah dilakukan,” katanya di acara rakor pengendalian pajak daerah tahun 2019 di salah satu hotel di Pandeglang, Kamis (17/10).

Tanto menyarankan agar instansi terkait lebih serius dalam meningkatkan PAD dari sektor pajak. Soalnya, kata dia, sarana dan prasarana penunjang yang dimiliki telah lengkap sehingga penarikan retribusi pajak juga harus optimal.

“Potensi pajak ada, sistemnya juga sudah bagus. Sekarang tinggal bagaimana keseriusan kita untuk menggenjot pendapatan di sektor pajak. Kami juga menekankan kepada para camat dan stakeholder terkait untuk terus proaktif melakukan berbagai inovasi, baik dalam masalah pelayanan dan menggali potensi-potensi pajak, agar pendapatan di sektor pajak bisa lebih meningkat,” katanya.

Menurut Tanto, pajak daerah merupakan penyumbang PAD terbesar di Pandeglang. Oleh karena itu, semua potensi pajak harus bisa dioptimalkan agar Kabupaten Pandeglang bisa menjadi daerah maju dan mandiri, serta tidak terlalu bergantung dari bantuan Pemerintah Pusat dan Pemprov Banten.

“Pajak merupakan penyumbang PAD terbesar. Selama empat tahun, tren pencapaian realisasi pajak Kabupaten Pandeglang targetnya selalu tercapai. Memang, tahun ini pendapatan pajak hotel agak berkurang, karena faktor bencana tsunami. Tetapi kita harus optimis PAD kita bisa terus bertambah,” katanya.

Ditempat yang sama, Kepala Sub Bidang (Kasubid) Pengendalian, Penyukuhan dan Penindakan BP2D Kabupaten Pandeglang Deden Slamet mengaku, penarikan pajak di triwulan ke tiga mencapai 71 persen atau sebesar Rp34 miliar dari target yang ditetapkan sebesar Rp48 miliar.

“Dana itu dari pendapatan pajak hotel Rp631 juta, pajak restoran Rp1,6 miliar, pajak hiburan Rp181 juta, pajak reklame Rp969 juta, pajak penerangan jalan Rp10,6 miliar, pajak parkir Rp50 juta, pajak air bawah tanah Rp135 juta, pajak sarang burung walet Rp3 juta, pajak mineral bukan logam dan batuan Rp323 juta, pajak BPHTB Rp5,8 miliar, sedangkan pendapatan pajak yang menjadi sektor penyumbang pendapatan tertinggi yaitu PBB-P2 sebesar Rp13,9 miliar,” katanya.

Deden mengaku akan terus melakukan intensifikasi dan berkoordinasi dengan semua pihak terkait, khususnya terhadap para wajib pajak agar bisa membayar kewajibannya tepat waktu.

“Kita juga langsung terjun ke lapangan untuk lebih dalam menggali potensi-potensi pajak, kemudian melakukan pembinaan, penyuluhan dan sosialisasi kepada wajib pajak, masyarakat maupun para pengusaha, agar sisa waktu dua bulan ini target yang telah di tentukan bisa tercapai secara optimal,” katanya. (dib/zis)