Waduh, Artis FTV Cantik Ini Mengamuk di PA Tigaraksa

Annisa Faradilla
Emosi Annisa Faradilla (kiri) masih terlihat usai mendengar ditundanya sidang gugatan hak asuh di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa, Rabu (8/6). (Foto: Gugun)

TIGARAKSA – Siang itu, suasana di Pengadilan Agama (PA) Tigaraksa tidak seperti biasanya. Suara isak tangis beserta teriakan terdengar dari dalam ruang sidang. Artis cantik Annisa Faradilla mengamuk. Emosinya meluap setelah mengetahui gugatan hak asuh buah hatinya dengan Muhammad Ramdan, anak Bupati Lahat Sumatera Selatan kembali ditunda, Rabu (8/6).

Suaranya terdengar lantang, wanita cantik ini tak bisa menahan amarahnya. Luapan emosinya ia lampiaskan kepada panitera. Menurutnya, PA Tigaraksa tak memberikan alasan yang jelas mengenai penundaan tersebut. ”Ini sudah kedua kalinya. Saya sudah tidak tahan. Dan, lagi-lagi gagal. Apa nggak kasihan dengan anak saya,” ujarnya emosi.

Ketiga hakim PA didepannya coba menenangkan. Sayang, bintang sejumlah FTV ini terus meneteskan airmata. Kacamata hitamnya mulai basah. Bahkan, penundaan ini juga membuat pihak keluarga Annisa ikut mengamuk di ruang sidang.

Untuk diketahui, polemik keluarga ini bermula saat Annisa dan mantan suaminya, Muhammad Ramadan. Putusan pengadilan menjatuhkan hak asuh anak ke tangan Annisa. Namun, entah bagaimana kejadiannya mantan suaminya secara diam-diam, mengambil anak mereka yang berusia lima tahun. ”Dan hingga kini, anak saya tidak pernah kembali. Jelas saya meminta keadilan di sini,” ujarnya kepada wartawan

Bagi wanita kelahiran 5 Juli 1987 ini, penundaan sidang membuat dirinya tak bisa tidur nyenyak. Bayangan sang anak selalu hadir di setiap mimpinya. ”Sudah hampir empat bulan, saya dipersulit untuk bertemu anak kandung saya, padahal pengadilan sudah memutuskan hak asuh anak jatuh pada saya” katanya.

Semakin digantung, Annisa berniat membawa kasus ini ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Ia khawatir dengan perkembangan buah hatinya di bawah asuhan ayahnya. ”Jelas saya gelisah, untuk melihat dia saja saya nggak bisa,” ujar perempuan berdarah Jawa-Belanda itu.

Sementara itu, kuasa hukum Annisa, Ito Suhardi menambahkan, penundaan sidang dikarenakan ketua majelis berhalangan hadir. ”Mereka beralasan sidang seperti ini harus dipimpin langsung oleh ketua majelis, namun hakim berhalangan hadir dan akan dijadwalkan kembali minggu depan,” ungkapnya.

Saat dikonfirmasi wartawan, Kepala PA Tigaraksa Uyun Kamiludin enggan berkomentar. Menurutnya, pengadilan masih mendorong keduanya untuk bermediasi soal hak asuh ini. ”Kami masih mengajak mediasi, ini kan biar ada titik temunya,” pungkasnya. (Gugun/Radar Banten)