Waduh… Ditebar Uang Rp2 Juta, Masyarakat Halangi Polisi Tangkap Perampok

Anggota Sat Reskrim Polres Serang usai melakukan olah TKP kasus pecah kaca
Anggota Sat Reskrim Polres Serang usai melakukan olah TKP kasus pecah kaca

SERANG – Aksi perampokan dengan modus pecah kaca mobil kembali terjadi di sebuah bengkel dan tambal ban PD Asna Chanra, Jalan Raya Jakarta Kilometer 4, Pakupatan, Serang. Kedua pelaku yang menggunakan sepeda motor matic berhasil menggasak uang puluhan juta rupiah dari dalam mobil Toyota Avanza putih bernomor polisi B 1723 UZJ milik seorang nasabah bank yang terparkir di pinggir jalan.

Ironis, pengejaran kedua pelaku gagal karena dihalangi masyarakat. Pelaku menghamburkan uang yang belakangan diketahui senilai Rp2 juta di tengah jalan raya hingga warga yang melintas dan berada tak jauh dari lokasi berebutan dan akhirnya pelaku kabur.

Kejadian bermula saat korban (belum diketahui identitasnya) memarkir mobil di sebuah bengkel untuk menambal ban. Saat itu, korban mengaku telah mengambil uang dari Bank Central Asia (BCA) Cabang Serang sebesar Rp80 juta. Tak merasa curiga, kendaraan itu ia parkir tepat di depan bengkel tambal ban sekitar pukul 11.20 WIB.

Baru ditinggal beberapa saat, dua orang yang mengendarai satu motor matic menghampiri kendaraan. Dengan kecepatan dan kemampuan yang sudah terlatih salah satu pelaku turun dari motor dan langsung memecah kaca mobil bagian kursi duduk sopir. Dari bawah jok kendaraan, pelaku langsung menarik uang sebesar Rp80 juta yang dibungkus kantong kresek hitam.

“Saya juga kaget, kejadiannya cepat. Satu orang pecah kaca yang lain nunggu di motor. Orangnya pakai kemeja lengan panjang kotak-kotak warna cokelat. Yang satunya pakai helm kaos merah,” ujar tukang tambal ban Widianto (19) yang ditemui wartawan usai kejadian, Senin (18/1/2015).

Udin, 40, juru parkir Iklas Medika yang berada di samping lokasi kejadian mengaku turut membantu korban mencegah pelaku melarikan diri. “Saya cegat, tapi saya mau ditendang pelaku. Jadi saya mundur. Coba tadi kalau kena, saya nggak kasih ke polisi dulu. Saya hajar dulu,” ujar Udin gemas karena seringkali mendapat keluhan keluarga pasien kehilangan helm di tempatnya bertugas.

Dua anggota Sat Sabhara Polres Serang yang baru saja mengamankan aksi demonstrasi langsung ikut mengejar pelaku yang melarikan diri ke arah Ciruas. Sayang pengejaran terhambat aksi ‘bagi-bagi uang’ yang dilakukan pelaku. Hingga berita ini diturunkan, korban sedang melaporkan kejadian ini ke Sat Reskrim Polres Serang. Anggota pun telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara. (Wahyudin)