Waduh! Warga Miskin di Ibukota Banten Terus Meningkat Sejak 2014

0
600 views
Ilustrasi/Reuters

SERANG – Mengatasi persoalan kemiskinan di ibukota Provinsi Banten ini seperti tidak ada habisnya. Alih-alih bukannya menurun secara jumlah, malah dalam dua tahun terakhir sejak 2014-2015 angkanya terus meningkat.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Serang merilis, pada 2014 jumlah penduduk miskin sebanyak 36.180 jiwa. Dalam setahun, jumlahnya naik mencapai 4.010 jiwa, yakni menjadi 40.190. Padahal, BPS Kota Serang mencatat, jumlah penduduk miskin ini pernah mengalami penurunan 520 jiwa dari 2013 ke 2014. Jumlah warga miskin di 2013, yakni 36.700 jiwa. Diketahui, saat ini jumlah penduduk Kota Serang mencapai 625.3017 jiwa.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Serang Djoko Sutrisno mengatakan, berdasarkan data BPS Kota Serang, angka kemiskinan sejak 2013 sampai 2015 fluktuatif. “Penduduk miskin, misalnya dari 2013 ke 2014 mengalami penurunan, tapi dari 2014 ke 2015 justru naik,” ujar Djoko, Minggu (26/2).

Djoko mengatakan, penyebab kemiskinan di Kota Serang cukup kompleks. Urbanisasi yang tidak dibekali dengan pengetahuan sehingga tidak dapat diserap oleh pasar industri di sini bisa jadi salah satu faktor kemiskinan.

Untuk itu, pada rancangan isu strategis Kota Serang tahun depan kemiskinan menjadi peringkat pertama. Dalam menanggulangi kemiskinan, setidaknya ada tujuh program prioritas yang akan dilakukan mulai dari keterampilan teknis dan dapat bekerja, penyediaan sarana prasarana pendukung kegiatan ekonomi, pengurangan beban penduduk miskin/rentan, peningkatan kewirausahaan, perluasan pelayanan dasar, hingga peningkatan pengembangan industri kreatif.

Ia mencontohkan, dalam program pengurangan beban penduduk miskin dan rentan ada beberapa kegiatan yang akan dilakukan. Misalnya, pemberdayaan usaha mikro dan kecil, peningkatan akses minum, jalan lingkungan, MCK, tempat pembuangan sampah, dan program beras sejahtera. Ada juga program keluarga harapan, jaminan persalinan, jaminan kesehatan, pelatihan wirausaha, dan pemberian bantuan.

Mantan kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah Kota Serang ini menambahkan, tahun ini, Pemkot juga sudah membuat program untuk penanggulangan tujuh kelurahan termiskin di Kota Serang. Namun, keberhasilan intervensi dapat dilihat setelah program selesai. “Makanya, kami belum tahu ada penurunan berapa persen dengan program yang tahun ini dijalankan,” terangnya.

Walikota Serang Tb Haerul Jaman mengakui bahwa angka kemiskinan di daerah yang dipimpinnya mengalami peningkatan. Namun, ia memperkirakan hal itu terjadi karena tingkat urbanisasi dari daerah lain ke Kota Serang tinggi untuk mencari pekerjaan. “Di tahun ini, kami sudah melakukan penekanan agar penanggulangan kemiskinan menjadi prioritas,” ujar politikus Golkar ini.

Suami dari Vera Nurlaila ini menyatakan, sudah ada beberapa satuan kerja perangkat daerah (SKPD) yang melakukan program prioritas penanggulangan kemiskinan. Dengan adanya program tersebut, diharapkan angka kemiskinan di daerah yang terbentuk pada 2007 lalu ini mengalami penurunan. (Rostina/Radar Banten)