Wagub Banten Minta Perbankan Bantu Wujudkan Agrobisnis Jadi Sektor Unggulan

0
112

SERANG – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy meminta dukungan perbankan untuk mewujudkan agrobisnis menjadi sektor unggulan. Pemprov Banten sedang mengoptimalkan dukungan rantai pasok dan distribusi produk unggulan agrobisnis, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang.

“Pemprov berharap produk-produk layanan perbankan Bank bjb agar dapat menjangkau sektor agrobisnis di seluruh wilayah di Provinsi Banten,” ujar Andika usai menghadiri Customer Gathering & Golf Tournament Bank bjb di Padang Golf Parahyangan, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Minggu (22/9), dikutip dari siaran pers

Andika berharap, Bank bjb dapat berperan besar dalam pertumbuhan ekonomi Banten khususnya pertumbuhan ekonomi yang berkualitas. Pertumbuhan ekonomi yang dimaksud, yakni yang ditunjang dengan investasi pada sumber daya manusia atau human capital untuk peningkatan produktivitas. “Khususnya bagi kelompok pendapatan menengah ke bawah, miskin, dan rentan adalah kunci untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas,” terangnya.

Selain itu, ia juga berharap Bank bjb untuk terus meningkatkan peranan layanan perbankan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi sangat ditentukan oleh perkembangan sektor layanan perbankan karena sektor perbankan memegang peranan penting dalam menjalankan fungsi intermediasi layanan perbankan.

Mengutip Survei Nasional Literasi Keuangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Desember tahun 2017, Andika mengatakan, indeks literasi keuangan di Banten mencapai 38 persen dari total penduduk di Provinsi Banten. Sedangkan inklusi keuangannya mencapai 70 persen. “Dengan program literasi keuangan, masyarakat diharapkan dapat lebih mengenal tabungan, asuransi, pegadaian, dan masih banyak produk perbankan lainnya,” ujar politikus Partai Golkar itu.

Ia berharap, melalui kantor cabang di seluruh Banten, Bank bjb dapat meningkatkan program literasi keuangan dan inklusi keuangan untuk dapat menjangkau sentra-sentra produksi khususnya yang berada di pedesaan. Ia mencontohkan, sentra pembuatan tas di Kecamatan Petir, Kabupaten Serang, sentra pembuatan emping melinjo di Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, dan sentra perajin gula aren di sejumlah desa di Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak.

Wagub Andika bersama Direktur Kepatuhan Bank bjb Agus Mulyana yang mewakili Direktur Utama Bank bjb Yuddy Renaldi dan Penjabat Sekretaris Daerah Pemprov Jabar Daud Ahmad melakukan pemukulan bola pertama tanda dimulainya turnamen golf di lapangan golf Parahyangan, Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Bandung Barat, Minggu (22/9). Turnamen yang memperebutkan tiga unit mobil dan uang tunai Rp100 juta tersebut diikuti oleh sekira seratus pegolf yang merupakan nasabah Bank bjb.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary Bank bjb M As’adi Budiman mengatakan, sebagai bank pembangunan daerah yang terus bertumbuh dan berkembang, Bank bjb memiliki jaringan nasabah yang tersebar luas hingga penjuru negeri. Tak hanya dalam kategori individual atau perorangan, nasabah juga banyak yang berasal dari kalangan institusi, baik pemerintah maupun yang dikelola oleh pihak swasta. Suasana santai yang terbangun dalam turnamen golf itu dimanfaatkan oleh perwakilan nasabah institusi untuk memanjakan diri. “Selain itu, berbagai perbincangan tentang rencana usaha serta visi guna kian mempererat sinergi demi saling memberi dorongan terjadi dalam nuansa ringan dan menyenangkan,” katanya.

Menurutnya, silaturahmi yang terjadi menjadi modal awal bagi Bank bjb maupun nasabah institusi untuk membuka kemungkinan kerja sama lainnya di luar yang dijajaki. Sambil menjaga hubungan baik yang terjalin, Bank bjb juga mempersiapkan strategi ekspansi guna merangkul lebih banyak nasabah institusi demi menyokong visi dan misi usaha secara berkesinambungan.

“Sebagai perusahaan yang terus berkembang, Bank bjb menyadari pentingnya jalinan sinergi yang terjadi antara perseroan dan nasabah institusi harus diperkuat. Ikatan yang menguat ini diharapkan bisa menjadi pendorong bagi pihak-pihak yang terlibat agar saling membagi manfaat dan terus bertumbuh bersama,” katanya.

Ia mengungkapkan, banyak wujud benefit nyata yang ditelurkan dari hasil kerja sama antara Bank bjb dan nasabah institusi. Bagi nasabah institusi, sinergi yang terbangun memberikan kemudahan dalam mengembangkan usahanya lewat jasa dan layanan keuangan prima yang diberikan Bank bjb. Sementara bank bjb, mendapat keuangan utamanya dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) yang dihasilkan dari nasabah institusi.

Perolehan DPK Bank bjb selalu menunjukkan tren positif di kancah industri perbankan nasional. Hingga semester 1 2019 tercatat DPK Bank bjb mencapai Rp89,3 triliun, atau tumbuh 7,4 persen year-on-year (yoy). Pertumbuhan DPK itu  beriringan dengan kinerja penambahan aset yang mencapai Rp120,7 triliun atau tumbuh sebesar 6,4 persen yoy di mana laba perseroan tercatat sebesar Rp803 miliar.

Selain mempererat jalinan sinergi dan silaturahmi yang terbangun dengan nasabah institusi, ini sebagai sarana memberikan apresiasi dan membangun loyalitas kepada nasabah institusi. Sekaligus meningkatkan kualitas dan kuantitas kepada para nasabah dan para stakeholder Bank bjb.

“Menjadi komitmen perseroan untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada nasabah. Bagi Bank bjb, nasabah memiliki peranan penting sebagai partner dalam mengembangkan usaha. Kehadiran Bank bjb lewat layanan produk dan jasa keuangan bagi nasabah adalah bentuk visi usaha yang tidak berorientasi kepada keuntungan bisnis semata. Lebih dari itu, Bank bjb selalu memiliki pretensi untuk turut serta menjadi bagian dari perjalanan nasabah dalam bertumbuh dan berkembang,” katanya. (nna/skn/aas/ira)