Wagub Banten Pastikan Pelayanan Dasar untuk Korban Banjir Terpenuhi

Wagub Andika Hazrumy (kanan) saat menghadiri rapat koordinasi terkait banjir di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (7/1).

JAKARTA – Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy memastikan pelayanan dasar para korban banjir bandang dan longsor terpenuhi. Pemprov Banten kini sedang fokus melakukan penanganan korban banjir, khususnya di Kabupaten Lebak.

Hal itu diungkapkan Andika saat mengikuti rapat koordinasi tingkat menteri terkait banjir Jakarta, Jawa Barat, dan Banten di kantor Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Jakarta, Selasa (7/1).

Andika mengatakan, saat ini pihaknya masih memfokuskan kebutuhan tempat tinggal sementara bagi para pengungsi. “Selain itu, pangan, kesehatan, dan pendidikan menjadi fokus agar bisa diterima oleh para korban,” ujar Andika, Selasa (7/1).

Menurutnya, di Kabupaten Lebak sampai H+6 banjir bandang tercatat sebanyak 1.310 rumah warga yang rusak sehingga tidak bisa ditempati lagi oleh pemiliknya. Merekalah yang menjadi sasaran pelayanan dasar Pemprov.

Ia pun mengungkapkan, masih ada sejumlah wilayah di Kabupaten Lebak yang terisolasi akibat banjir bandang pada 1 Januari. Andika mengaku, pihaknya bersama pemerintah pusat, Pemkab Lebak, TNI, Polri, Basarnas, PMI, dan unsur relawan kini masih sedang melakukan proses evakuasi terhadap mereka. “Sambil mengevakuasi, kami pastikan juga logistik terdistribusikan kepada mereka yang menunggu giliran untuk dievakuasi,” katanya.

Pertemuan yang dimulai sekira pukul 09.00 WIB tersebut dihadiri sejumlah menteri, antara lain Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar, Mendikbud Nadiem Makarim, dan Menteri PPA I Gusti Ayu Bintang Darmavati. Selain itu juga hadir Kepala BPPT Hammam Riza, Kepala BMKG Dwikorita, Kabasarnas Marsdya TNI Bagus Puruhito, perwakilan TNI, dan perwakilan dari BNPB. Hadir pula dari pemerintah seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan BPBD daerah di Indonesia yang saat ini mengalami bencana banjir dan longsor.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy mengatakan, banjir menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum, fasilitas sosial, dan perumahan warga. Akibat debit air yang tinggi, perumahan di tepi sungai ikut terendam sehingga sungai terlihat berpindah lokasi.

Berdasarkan data, Kabupaten Lebak merupakan daerah dengan kerusakan infrastruktur terbanyak, disusul Kabupaten Bogor. “Di Lebak ini, sampai sungainya ada sungai yang pindah, bergeser dari sungai awal kemudian desanya jadi sungai baru,” ujarnya.

Lebih jauh, Muhadjir mengatakan, berdasarkan data BNPB yang ia terima, banjir dan longsor berdampak pada 293 kelurahan dan 74 kecamatan. Sebanyak 35.502 warga mengungsi dan 67 orang meninggal dunia. (Rostina)